ALIMANNEWS.COM, TIMOR TENGAH SELATAN — MPM PP Muhammadiyah kembali meresmikan sumber mata air bagi masyarakat di Desa Tliu, Amanuban Timur, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Senin (10/2/2026). Mata air yang diberi nama Oe Upun itu dihadirkan sebagai solusi kebutuhan air bersih sekaligus penguatan pemberdayaan masyarakat desa.
Ketua MPM PP Muhammadiyah M. Nurul Yamin menjelaskan, sumber air tersebut sepenuhnya diperuntukkan bagi kemaslahatan warga. Nama Oe Upun dipilih karena lokasi mata air berada di kawasan yang dikelilingi pohon mangga. Hingga kini, fasilitas tersebut telah melayani lebih dari 500 jiwa dari sekitar 230 kepala keluarga.
“Alhamdulillah, sumber mata air ini sudah memberi manfaat nyata. Dengan pengelolaan yang lebih rapi, kami berharap jangkauannya semakin luas bagi masyarakat,” ujar Yamin.
Program ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, di antaranya Universitas Muhammadiyah Kupang, PWM NTT, masyarakat adat setempat, serta dukungan sektor swasta melalui Danone Indonesia yang terlibat sejak 2023 dalam penguatan akses air bersih di wilayah tersebut.
Ketua PWM NTT Mukhsin Masri mengapresiasi masyarakat Suku Ita yang mengikhlaskan lahan adatnya digunakan untuk kepentingan bersama. Menurutnya, kehadiran mata air tidak hanya menjawab kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi simbol persatuan di tengah keberagaman.
Rektor UM Kupang Nazaruddin Malik menambahkan, keberadaan sumber air diharapkan menjadi pintu masuk pengembangan lingkungan dan ekonomi produktif masyarakat. “Air adalah kebutuhan mendasar. Kehadirannya harus diikuti dengan pemberdayaan agar kesejahteraan warga ikut meningkat,” katanya.
Secara terpisah, tokoh masyarakat dan Kepala Suku Ita Semi Ita menyampaikan rasa syukur karena lahan adat mereka kini memberi manfaat luas. Penyambutan rombongan dilakukan secara adat sebagai bentuk penghormatan dan kebersamaan.
Sumber Oe Upun merupakan bagian dari program pemberdayaan berkelanjutan yang terintegrasi dengan sumber air lain, seperti Oe Bone, Oe Fau, dan sumber Zam-zam/Ahmad Yamin, yang lebih dahulu dikembangkan untuk memperkuat ketahanan air masyarakat di wilayah tersebut.