Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Islam Insight

Masjid Al Iman Kota Bekasi, Achmad Fauzi: Enam Golongan yang Dirindukan Surga

16
×

Masjid Al Iman Kota Bekasi, Achmad Fauzi: Enam Golongan yang Dirindukan Surga

Sebarkan artikel ini
Ustadz Achmad Fauzi. (Foto: Dik/ANC)

Oleh: Ustadz Acmad Fauzi (di Masjid Al-Iman Kota Bekasi)
Ustadz, Hafiz Qur’an Kota Bekasi

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah SWT yang masih mempertemukan kita dengan malam-malam Ramadan. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita, Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, beserta keluarga, sahabat, dan umatnya hingga akhir zaman.

Bapak-bapak, ibu-ibu, jamaah Masjid Al-Iman yang dimuliakan Allah,

Malam ini kita membahas tentang golongan manusia yang dirindukan surga. Siapa di antara kita yang tidak ingin masuk surga? Tentu semuanya ingin. Maka pertanyaannya, bagaimana caranya agar kita termasuk golongan tersebut?

Allah SWT telah menjelaskan dalam Al-Qur’an, khususnya Surah Al-Mu’minun ayat 1–11:

“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman…”

Ayat ini diawali dengan kalimat “Qad aflaha al-mu’minun” – sungguh beruntung orang-orang yang beriman. Ini adalah ayat spesial, karena diawali dengan panggilan bagi orang-orang beriman, ya ayyuhalladzina amanu. Artinya, ini pesan khusus bagi kita yang mengaku beriman.

Lalu siapa saja golongan itu?

1. Orang yang Khusyuk dalam Salatnya

Alladzina hum fi shalatihim khashi’un.
Mereka yang menjaga salat, bukan hanya gerakannya, tapi hatinya hadir. Salatnya bukan sekadar kewajiban, tetapi kebutuhan. Ramadan adalah momentum memperbaiki kualitas salat kita.

2. Orang yang Menjauhi Perkataan dan Perbuatan Sia-sia

Walladzina hum ‘anil laghwi mu’ridhun.
Orang beriman tidak sibuk dengan hal yang tidak bermanfaat. Jika tidak bisa berkata baik, lebih baik diam. Lisan dijaga, perbuatan diarahkan pada kebaikan.

3. Orang yang Menunaikan Zakat

Walladzina hum liz-zakati fa’ilun.
Puasa dan zakat tidak bisa dipisahkan. Zakat membersihkan harta dan menyucikan jiwa. Bagi yang memiliki harta mencapai nisab, wajib mengeluarkan zakat mal. Bagi seluruh muslim, ada zakat fitrah di akhir Ramadan.

4. Orang yang Menjaga Amanah dan Janjinya

Walladzina hum li amanatihim wa ‘ahdihim ra’un.
Amanah itu berat. Jabatan adalah amanah, keluarga adalah amanah, bahkan waktu adalah amanah. Orang beriman menjaga kepercayaan dengan penuh tanggung jawab.

5. Orang yang Menjaga Kehormatan Diri

Allah memuji mereka yang menjaga diri dari perbuatan maksiat dan menjaga kehormatan sesuai syariat.

6. Orang yang Memelihara Salatnya Secara Konsisten

Di awal disebut khusyuk, di akhir disebut menjaga. Artinya salat bukan hanya benar caranya, tapi juga terus dijaga waktunya dan istiqamahnya.

Bapak ibu yang dirahmati Allah,

Ramadan adalah madrasah untuk melatih semua itu. Kita berpuasa, membaca Al-Qur’an, memberi makan orang yang lapar, bersedekah, memperbaiki salat, menjaga lisan. Semua itu jalan menuju surga Firdaus, sebagaimana akhir ayat Surah Al-Mu’minun:

“Mereka itulah yang akan mewarisi surga Firdaus, mereka kekal di dalamnya.”

Maka mari kita jadikan Ramadan ini sebagai momentum perubahan. Bukan hanya semangat di awal, tapi istiqamah hingga akhir.

Semoga kita termasuk golongan yang dirindukan surga, dikumpulkan bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam satu barisan di yaumul akhir.

Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *