Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Berita

Menag: Imam Masjid Harus Kuat Secara Intelektual

Didik Triono
94
×

Menag: Imam Masjid Harus Kuat Secara Intelektual

Sebarkan artikel ini
Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan pesan khusus kepada imam masjid untuk terus meningkatkan kapasitas intelektual. Pesan ini disampaikan Menag saat memberi sambutan pada Halalbihalal Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM), secara daring, Kamis (9/4/2026). (Foto:HMS/Kemenag)

ALIMANNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas intelektual bagi imam masjid sebagai pemimpin umat di era modern. Pesan ini disampaikan dalam kegiatan Halalbihalal Ittihad Persaudaraan Imam Masjid yang digelar secara daring, Kamis (9/4/2026).

Kegiatan yang diikuti ratusan pimpinan wilayah dan cabang IPIM dari berbagai daerah ini menjadi ajang konsolidasi sekaligus refleksi peran strategis imam masjid dalam menghadapi dinamika sosial dan keagamaan yang semakin kompleks.

Dalam sambutannya, Nasaruddin—yang juga menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal—menekankan bahwa imam masjid tidak cukup hanya memahami aspek ritual ibadah, tetapi juga harus memiliki wawasan keilmuan yang luas agar mampu menjawab persoalan umat secara komprehensif.

Menurutnya, penguatan kapasitas intelektual dapat dilakukan melalui peningkatan kualitas pendidikan, termasuk mendorong para imam untuk melanjutkan studi hingga jenjang yang lebih tinggi.

“Imam masjid harus menjadi pemimpin umat yang memiliki kedalaman ilmu sekaligus kepekaan sosial. Tidak hanya memimpin salat, tetapi juga membimbing masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan,” ujarnya.

Selain itu, Menag juga menyoroti pentingnya menjaga marwah organisasi IPIM. Ia mengingatkan agar para imam tetap menjaga independensi dan tidak terlibat dalam kepentingan politik praktis, mengingat posisi imam sangat strategis sebagai figur pemersatu umat.

“Integritas moral harus dijaga. Imam masjid adalah panutan, sehingga tidak boleh terjebak dalam kepentingan yang dapat memecah belah umat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PW IPIM Banten, Ahmad Tholabi Kharlie, menilai arahan Menteri Agama tersebut menegaskan kembali posisi vital imam masjid dalam kehidupan sosial keagamaan masyarakat.

Ia menyebut, penguatan kapasitas keilmuan imam menjadi kunci agar masjid mampu bertransformasi sebagai pusat pembinaan umat yang responsif terhadap berbagai tantangan zaman.

Lebih jauh, Tholabi berharap IPIM dapat terus berkembang sebagai wadah konsolidasi nasional bagi para imam masjid, tidak hanya dalam memperkuat silaturahmi organisasi, tetapi juga dalam memperluas kontribusi sosial masjid.

“Dengan kepemimpinan imam yang berilmu, berintegritas, dan berorientasi pada kemaslahatan, masjid akan semakin berperan dalam memperkuat fondasi moral masyarakat dan bangsa,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *