Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Berita

Muhammadiyah dan BPKH Perkuat Kampanye Green Hajj di Indonesia

67
×

Muhammadiyah dan BPKH Perkuat Kampanye Green Hajj di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Foto Greenpeace

ALIMANNEWS.COM, JAKARTAKetua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Anwar Abbas, menilai persoalan sampah menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan lingkungan dan masa depan umat manusia. Menurutnya, masalah tersebut kini dihadapi hampir seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia.

Dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (14/3/2026), Anwar Abbas menegaskan bahwa penanganan sampah perlu dimulai dari sisi hulu, yakni dari lingkungan keluarga dan rumah tangga.

Masalah sampah sangat meresahkan. Kalau kita berbicara dari hulu, maka itu berarti dari rumah tangga. Salah satu yang terpikir oleh saya adalah bagaimana sampah itu bisa diolah dengan bantuan bakteri sehingga bisa menjadi kompos,” ujarnya.

Menurutnya, pengelolaan sampah di tingkat keluarga dapat diperkuat melalui penyusunan panduan praktis agar masyarakat mampu mengelola sampah secara sederhana dan berkelanjutan.

Gagasan tersebut salah satunya diwujudkan melalui kerja sama antara Badan Pengelolaan Keuangan Haji dan Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah dalam program kampanye Green Hajj.

Anggota Badan Pelaksana BPKH, Harry Alexander, mengapresiasi kolaborasi tersebut. Menurutnya, program Green Hajj bertujuan membangun kesadaran lingkungan bagi para jemaah haji sehingga ibadah yang dijalankan juga memberikan dampak positif terhadap lingkungan.

Program ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran lingkungan bagi jemaah haji sehingga ibadah mereka juga berdampak pada perbaikan lingkungan,” katanya.

Dalam program tersebut, MLH PP Muhammadiyah juga menyusun buku panduan pengelolaan lingkungan yang rencananya akan diterjemahkan ke dalam bahasa Arab dan Inggris agar dapat menjadi referensi bagi umat Islam secara global.

Buku tersebut juga memuat gagasan gerakan wakaf pohon produktif yang tidak hanya berkontribusi terhadap perbaikan lingkungan, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Pohon yang ditanam bisa berupa tanaman konservasi maupun tanaman budidaya. Misalnya kita membeli 100 hektar lahan yang ditanami kelapa, maka setiap bulan bisa menghasilkan sekitar Rp40 juta. Selain manfaat ekonomi, kita juga mendapatkan manfaat biodiversitas,” jelasnya.

Anwar Abbas berharap sosialisasi program Green Hajj juga menyasar generasi muda, terutama generasi Z dan milenial, yang saat ini tercatat sekitar 25 persen dari total pendaftar haji di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *