ALIMANNEWS.COM, JAKARTA — Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Pengajian Umum bertema “Ramadan dan Ikhtiar Penyatuan Umat: Memahami Kalender Hijriah Global Tunggal” di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jumat malam (13/2/2026).
Dalam forum tersebut ditegaskan bahwa Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Selasa, 18 Februari 2026. Penetapan ini mengacu pada penggunaan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang telah ditanfidzkan dan resmi berlaku di lingkungan Muhammadiyah sebagai pedoman penentuan waktu ibadah.
Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Maesyarah, menjelaskan bahwa kalender merupakan sistem pengorganisasian waktu yang meliputi hari, bulan, dan tahun. Kalender syamsiah berbasis peredaran bumi mengelilingi matahari, sedangkan kalender qamariah didasarkan pada siklus bulan dari satu ijtimak ke ijtimak berikutnya dengan rata-rata 29,5 hari, sehingga umur bulan hijriah berlangsung 29 atau 30 hari.
Menurutnya, KHGT adalah sistem kalender hijriah yang menetapkan satu tanggal yang berlaku serentak di seluruh dunia, sebagaimana kalender masehi, dengan perbedaan hanya pada aspek zona waktu. “Konsep ini merupakan ikhtiar menghadirkan kesatuan waktu ibadah umat Islam secara global melalui pendekatan hisab yang komprehensif dan berbasis ilmu pengetahuan,” ujarnya.
Ia menambahkan, penerapan KHGT memiliki landasan organisatoris kuat, mulai dari keputusan muktamar hingga tanfidz resmi persyarikatan, sebagai bagian dari upaya strategis mewujudkan keseragaman waktu ibadah.
Pengajian ini juga menghadirkan Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief, serta Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid, Arwin Juli Akhmadi Butar-Butar. Kegiatan diikuti kader dan warga Muhammadiyah secara langsung maupun daring melalui Muhammadiyah Channel.
Melalui pengajian ini, Muhammadiyah menegaskan bahwa KHGT merupakan bagian dari komitmen persyarikatan untuk mendorong persatuan umat Islam dalam satu sistem penanggalan yang ilmiah, terstandar, dan berorientasi pada kemaslahatan global.