ALIMANNEWS.COM, BEKASI – Mengawali rangkaian Tarawih Keliling (Tarling) Ramadan 1447 Hijriah, Wali Kota Bekasi H. Tri Adhianto Tjahyono melaksanakan salat tarawih berjamaah di Masjid Al Muhajirin, Kota Baru, Bekasi Barat. Kegiatan ini menjadi pembuka agenda Tarling Pemerintah Kota Bekasi sekaligus ajang silaturahmi dengan masyarakat.
Dalam sambutannya, orang nomor satu Kota Bekasi ini menyoroti progres perbaikan infrastruktur, khususnya pengerjaan jalan di lintasan I Gusti Ngurah Rai yang memicu kemacetan dalam beberapa hari terakhir. Ia menegaskan, perbaikan tersebut merupakan langkah jangka panjang untuk memastikan kelayakan jalur, terutama menjelang arus mudik Lebaran.
“Memang terjadi kemacetan signifikan, tetapi ini bagian dari penanganan agar jalur aktif tersebut aman dan layak digunakan,” ujarnya.
Pemkot Bekasi, lanjutnya, juga akan memasang tujuh titik lampu penerangan jalan umum (PJU) secara bertahap di kawasan tersebut guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan, khususnya pada malam hari.
Selain infrastruktur, Tri memaparkan capaian kepedulian sosial masyarakat Kota Bekasi. Melalui penggalangan sodaqoh dan infak, terkumpul Rp5,1 miliar untuk membantu warga di Sumatera Utara, Aceh, dan Padang. Sebesar Rp600 juta telah disalurkan, sementara sisanya menunggu koordinasi lanjutan, termasuk rencana pembangunan bersama Bupati Tamiang.
Selanjutanya Ketua DKM Masjid Jami Al-Muhajirin, H. Lilik Purwosusanto, depan awak media alimannews.com menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wali Kota Bekasi dalam rangkaian Tarawih Keliling (Tarling) Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Jami Al-Muhajirin, Kota Baru, Bekasi Barat.
Menurut Lilik, kehadiran kepala daerah bersama jajaran Pemerintah Kota Bekasi menjadi kehormatan sekaligus bukti kedekatan pemimpin dengan masyarakat. “Kami merasa bangga dan terhormat karena masjid kami menjadi salah satu titik awal kegiatan Tarling. Ini momentum mempererat silaturahmi antara pemerintah dan jamaah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Masjid Jami Al-Muhajirin berada di kawasan strategis yang dikelilingi fasilitas publik seperti Puskesmas Kota Baru dan lembaga pendidikan. Selain sebagai tempat ibadah, masjid juga berfungsi sebagai pusat pembinaan umat dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Lilik juga mengapresiasi perhatian Pemerintah Kota Bekasi terhadap penanganan infrastruktur lingkungan, khususnya perbaikan saluran air yang sebelumnya kerap menyebabkan banjir. “Alhamdulillah, kini kondisi jauh lebih baik. Kami merasakan langsung dampaknya,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, DKM turut menyampaikan kebutuhan pengembangan sarana masjid, termasuk penambahan penerangan dan pembangunan atap untuk area terbuka. Saat ini dana yang telah terkumpul dari jamaah sebesar Rp9,25 juta, sementara kebutuhan pembangunan diperkirakan mencapai Rp120 juta. “Kami berharap dukungan berbagai pihak agar fasilitas ibadah ini semakin nyaman dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.