Scroll untuk baca artikel
Example 300x300
Example 728x250
Dakwah

Ustadz Zen Roni: Tiga “Amin” di Tangga Mimbar, Pesan Mendalam Nabi Muhammad untuk Umat

44
×

Ustadz Zen Roni: Tiga “Amin” di Tangga Mimbar, Pesan Mendalam Nabi Muhammad untuk Umat

Sebarkan artikel ini
Ustadz Haji Zen Roni, dalam dakwah tausiah singkat, ramadhan ke-2 1447H/2026M di Masjid Al-Iman, Kota Bekasi. (Foto:Ist)

ALIMANNEWS.COM – Pada tausiyah Ramadhan hari ke-2 1447 H di Masjid Al-Iman, Kota Bekasi, Ustadz Haji Zen Roni mengangkat tema penuh makna tentang peristiwa ketika Nabi Muhammad naik ke tangga mimbar dan mengucapkan kata “Amin” sebanyak tiga kali. Peristiwa ini bukan sekadar kisah historis, melainkan peringatan spiritual yang sangat relevan bagi umat Islam, khususnya di bulan suci.

Makna di Balik Tiga “Amin”

Dalam penjelasannya, beliau mengisahkan bahwa setiap langkah Rasulullah di tangga mimbar disertai doa Malaikat Jibril, lalu beliau mengamininya. Tiga doa tersebut berisi peringatan keras bagi manusia yang merugi, yaitu:

Promo untuk Anda
Example 300x300
Promo server terbaik
  1. Celaka orang yang bertemu Ramadhan tetapi tidak meraih ampunan Allah.
    Ramadhan adalah momentum penghapusan dosa. Jika seseorang tetap lalai, itu tanda hatinya belum tersentuh keimanan secara mendalam.
  2. Celaka orang yang mendapati kedua orang tuanya masih hidup, namun tidak menjadi sebab ia masuk surga.
    Berbakti kepada orang tua adalah jalan keselamatan yang sering diremehkan, padahal nilainya sangat besar di sisi Allah.
  3. Celaka orang yang ketika nama Nabi disebut, ia tidak bershalawat.
    Ini menunjukkan kurangnya cinta kepada Rasul, sementara kecintaan kepada beliau adalah bagian dari kesempurnaan iman.

Pesan Utama Tausiyah

Ustadz Zen Roni menekankan bahwa tiga “Amin” ini adalah alarm keimanan. Ramadhan bukan hanya rutinitas ibadah, tetapi waktu memperbaiki hubungan dengan Allah, orang tua, dan Rasulullah.

Beliau mengajak jamaah untuk menjadikan Ramadhan sebagai:

  • Bulan taubat total, bukan sekadar menahan lapar dan dahaga.
  • Bulan memperbanyak bakti dan doa untuk orang tua, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat.
  • Bulan menghidupkan shalawat, sebagai tanda cinta dan syukur atas risalah Islam.

Refleksi untuk Kehidupan Saat Ini

Tausiyah ini mengingatkan bahwa kerugian terbesar bukanlah kehilangan harta, melainkan kehilangan kesempatan meraih rahmat Allah. Ramadhan datang hanya sebentar, namun dampaknya bisa menentukan keselamatan akhirat.

Kesimpulannya, tiga “Amin” di tangga mimbar adalah pesan tegas agar umat Islam tidak menjalani Ramadhan secara biasa-biasa saja, tetapi menjadikannya sebagai momen perubahan menuju pribadi yang lebih taat, lebih berbakti, dan lebih mencintai Rasulullah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *