ALIMANNEWS.COM, BOGOR — MAN 6 Jakarta Timur menghadirkan empat tim inovasi dalam ajang riset pelajar, salah satunya mengembangkan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk pembacaan suhu otomatis menggunakan sistem Long Range (LORA).
Pembina inovasi MAN 6 Jakarta Timur, Rian Hidayat, menjelaskan bahwa pengembangan riset di madrasah dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, tidak terbatas pada satu kegiatan ekstrakurikuler tertentu, melainkan menjadi bagian dari budaya akademik madrasah.
“Persiapan riset minimal tiga bulan. Untuk kompetisi internasional bahkan bisa mencapai tujuh bulan. Kami membangun budaya riset yang serius, mulai dari perencanaan, pengembangan, hingga pendampingan administrasi siswa,” ujar Rian.
Ia menambahkan, MAN 6 Jakarta Timur sebelumnya juga telah mengirimkan tim inovasi ke berbagai kompetisi luar negeri. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa madrasah mampu bersaing di tingkat global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan orientasi kebermanfaatan sosial sebagai fondasi inovasi.
Melalui pendekatan riset yang terstruktur dan berorientasi solusi, MAN 6 Jakarta Timur terus mendorong lahirnya generasi muda madrasah yang unggul dalam sains dan teknologi, sekaligus berakar kuat pada nilai keimanan dan akhlak.






