ALIMANNEWS.COM, BOGOR — MTsN 40 Jakarta menghadirkan inovasi teknologi berupa robot Flame Guard, sebuah prototipe pendeteksi api, asap, dan gas berbahaya yang dirancang untuk mendukung upaya mitigasi kebakaran di kawasan permukiman padat penduduk.
Hal ini pada acara Youth Invention and Innovation Fair (GYIIF) dan Indonesia Young Moslem Inventor Award (IYMIA) yang diselenggarakan di Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB), Bogor, pada 15–18 Januari 2026. Pameran inovasi tingkat pelajar ini diikuti siswa-siswi sekolah menengah pertama dan menengah dari berbagai daerah.
Guru pembina Rana Maulani menjelaskan, gagasan pengembangan robot tersebut lahir dari kepedulian siswa terhadap kondisi lingkungan sekitar sekolah yang rentan terhadap bencana kebakaran.
“Jakarta Barat merupakan kawasan padat penduduk yang rawan kebakaran. Anak-anak berinisiatif menciptakan robot yang dapat membantu mendeteksi potensi bahaya sejak dini,” ujar Rana.
Proses pengembangan dilakukan melalui tahapan riset ilmiah selama satu bulan, dilanjutkan dengan perakitan robot selama satu minggu. Dalam implementasinya, siswa memanfaatkan Arduino Uno dan bahasa pemrograman sebagai sistem kendali utama.
Rana menegaskan bahwa ide inovasi sepenuhnya berasal dari siswa, sementara peran guru difokuskan pada pendampingan teknis dan penguatan metodologi riset.
Sebelumnya, MTsN 40 Jakarta juga telah mengembangkan inovasi pengolahan limbah cair industri tempe menjadi pupuk ramah lingkungan untuk mendukung penghijauan kawasan sekitar.
Beragam inovasi tersebut menegaskan pesan ekoteologi, bahwa upaya menjaga keselamatan manusia dan kelestarian alam merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual, sejalan dengan peran manusia sebagai khalifah di bumi.






