Scroll untuk baca artikel
Example 300x300
Example 728x250
Berita

Rumah Tahsin Al-Futuuh Wisuda 51 Peserta Tahsin Al-Qur’an

101
×

Rumah Tahsin Al-Futuuh Wisuda 51 Peserta Tahsin Al-Qur’an

Sebarkan artikel ini

ALIMANNEWS.COM, PURWAKARTA — Rumah Tahsin Al-Futuuh menggelar Khotmul Quran dan Imtihan yang diikuti 51 peserta berusia 19 hingga 76 tahun, bertempat di Bale Sawala Yudistira, Komplek Pemkab Purwakarta, Minggu (25/1/2026).

Kegiatan ini menjadi ajang uji publik atas kemampuan para santri dalam membaca Al-Qur’an secara baik, benar, dan tartil, sekaligus menegaskan komitmen lembaga dalam memberantas buta aksara Al-Qur’an di Kabupaten Purwakarta.

Promo untuk Anda
Example 300x300
Promo server terbaik

Bale Sawala Yudistira sendiri merupakan fasilitas resmi Pemerintah Kabupaten Purwakarta yang kerap digunakan untuk kegiatan strategis berskala daerah, termasuk acara keagamaan dan peringatan penting.

Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Ustadz Qori selaku pemandu sekaligus perwakilan Ummi Malang, Staf Ahli Bupati Purwakarta H. Dicky Darmawan, SH., MHum, Kasi Pendidikan Diniyah dan Ponpes H. Agus Salahudin, M.Ag, serta Camat Purwakarta Heri Anwar, SH., KP., MM.

Ketua Panitia, Ustadzah Nur, yang mewakili Kepala Rumah Tahsin Al-Futuuh Ustadz Fathul Kirom, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar wisuda seremonial, melainkan evaluasi capaian santri dalam pembelajaran Al-Qur’an.

“Ini adalah Khotmul Quran dan Imtihan gelombang ke-9, sebagai uji publik bahwa para santri benar-benar belajar dari jilid dasar hingga mampu membaca dengan tartil,” ujarnya.

Menurutnya, peserta dinyatakan lulus setelah memenuhi standar dasar tajwid, seperti pemahaman panjang-pendek bacaan, dengung, serta kaidah mad, qolqolah, ikhfa, dan idgham.

Rumah Tahsin Al-Futuuh secara khusus melayani pembelajaran tahsin bagi peserta dewasa mulai usia 18 tahun ke atas, tanpa batasan usia, selama memiliki kemauan untuk belajar. Selain itu, lembaga ini juga membina program anak-anak melalui unit Masdar El Futuuh.

Waktu belajar santri bervariasi antara 1,5 hingga 3 tahun sebelum mengikuti imtihan. Saat ini, Rumah Tahsin Al-Futuuh telah memiliki jaringan pembelajaran dengan 11 rumah tahsin dan dua kantor layanan yang didukung para donatur.

Ustadzah Nur berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi Al-Qur’an.

“Kami membuka kesempatan sebesar-besarnya bagi siapa saja yang ingin belajar. Jangan malu, karena banyak santri kami memulai dari nol hingga akhirnya mampu membaca Al-Qur’an dengan tartil,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Purwakarta H. Agus Salahudin, M.Ag, yang mewakili Kepala Kantor Kemenag, menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut sebagai bagian dari penguatan pendidikan keagamaan di masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *