Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Berita

Biadab AS – Israel Gunakan Bom “Bunker Buster” Serang Universitas Sharif, Puluhan Korban Jiwa

66
×

Biadab AS – Israel Gunakan Bom “Bunker Buster” Serang Universitas Sharif, Puluhan Korban Jiwa

Sebarkan artikel ini
Fakultas Filsafat Universitas Teknologi Sharif, dibom pagi ini oleh AS - Israel (via Atoosa Kasirzadeh).

ALIMANNEWS.COM, TEHERAN – Wakil Presiden Iran, Mohammad Reza Aref, menuduh Amerika Serikat menggunakan bom penghancur bunker (bunker buster) untuk menyerang Universitas Teknologi Sharif pada Senin (6/4/2026).

Aref mengecam keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan yang mencerminkan “kegilaan dan ketidaktahuan”, serta menegaskan bahwa serangan terhadap institusi pendidikan tidak akan melemahkan kemajuan ilmu pengetahuan Iran.

Penyerangan Militer AS – Israel di Universitas Teknologi Sharif pada Senin (6/4/2026).

“Ilmu pengetahuan Iran tidak tertanam dalam beton untuk dihancurkan oleh bom; benteng sesungguhnya adalah tekad para ilmuwan dan akademisi,” ujarnya.

Hingga kini, pihak Amerika Serikat belum memberikan tanggapan resmi atas tuduhan tersebut.

Serangan udara dilaporkan tidak hanya terjadi di Teheran, tetapi juga di sejumlah kota lain seperti Karaj, Shiraz, Isfahan, dan Bushehr. Fasilitas sipil, termasuk universitas, rumah sakit, sekolah, serta infrastruktur energi turut menjadi sasaran.

Menurut otoritas Iran, serangan terbaru menyebabkan sedikitnya 34 korban jiwa, termasuk anak-anak, dengan kerusakan luas di berbagai wilayah. Secara keseluruhan, korban sejak eskalasi konflik akhir Februari disebut telah melampaui 2.000 orang.

Anggota Kongres AS, Yassamin Ansari, turut mengecam laporan serangan tersebut. Ia menyoroti pentingnya Universitas Sharif sebagai pusat pendidikan sains terkemuka di Iran, yang kerap disandingkan dengan Massachusetts Institute of Technology.

“Mengapa kita mengebom sebuah universitas di kota berpenduduk jutaan orang?” ujarnya.

Serangan terhadap Universitas Sharif menjadi sorotan karena dinilai sebagai bagian dari eskalasi konflik yang semakin meluas, sekaligus memicu kekhawatiran global terhadap keselamatan warga sipil dan keberlangsungan institusi pendidikan di wilayah terdampak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *