Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Berita

Menag Nasaruddin Umar: Guru Ngaji Pilar Moral Bangsa, Kemenag Siapkan Beasiswa dan Perlindungan Sosial

alnews_online
36
×

Menag Nasaruddin Umar: Guru Ngaji Pilar Moral Bangsa, Kemenag Siapkan Beasiswa dan Perlindungan Sosial

Sebarkan artikel ini
Menteri Agama Nasaruddin Umar memberi sambutan pada Wisuda Nasional Guru Ngaji Al-Qur’an di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (2/5/2026). (Foto:HMS_Kemenag)

ALIMANNEWS.COM, JAKARTA — Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan peran strategis guru ngaji Al-Qur’an sebagai pilar utama dalam membangun fondasi moral dan karakter bangsa. Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri Wisuda Nasional Guru Ngaji Al-Qur’an di Masjid Istiqlal, Sabtu (2/5/2026), yang mengusung tema “Menjaga Kalam, Menyinari Zaman”.

Dalam sambutannya, Menag menekankan bahwa kontribusi guru ngaji tidak hanya sebatas mengajarkan baca tulis Al-Qur’an, tetapi juga menjaga nilai, martabat, serta kesinambungan tradisi keilmuan Islam di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

“Peran guru ngaji adalah bagian dari fondasi penting kehidupan berbangsa yang harus terus diperkuat,” ujar Nasaruddin.

Ia menjelaskan, posisi guru ngaji sangat strategis dalam membentuk karakter generasi muda sekaligus memastikan nilai-nilai keagamaan tetap hidup dan relevan di tengah masyarakat.

“Menjaga kalam berarti memastikan Al-Qur’an terus dipahami, diamalkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” tegasnya.

Menag juga memberikan apresiasi kepada para wisudawan yang dinilai telah memilih jalan pengabdian mulia sebagai pendidik Al-Qur’an.

“Kalian termasuk orang-orang terbaik karena memilih jalan belajar dan mengajarkan Al-Qur’an,” katanya.

Sebagai bentuk komitmen, Kementerian Agama terus mendorong peningkatan kesejahteraan guru ngaji, termasuk melalui akses perlindungan sosial seperti BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan. Upaya ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi para pendidik dalam menjalankan tugasnya.

Selain itu, Kemenag juga meluncurkan Program Beasiswa Sarjana Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Keagamaan bagi para pendidik di pesantren dan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ). Program ini dibuka mulai 1 April hingga 31 Mei 2026 dengan pilihan studi meliputi Pendidikan Bahasa Arab, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, dan Pendidikan Agama Islam di UIN Siber Syekh Nurjati.

Kasubdit Pendidikan Diniyah Takmiliyah dan Pendidikan Al-Qur’an, Aziz Syafiuddin, menjelaskan bahwa program ini dirancang fleksibel berbasis daring sehingga para ustaz dan ustazah tetap dapat mengajar sambil melanjutkan pendidikan.

“Program ini memungkinkan peserta tetap mengabdi di masyarakat tanpa meninggalkan tugas mengajar,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh biaya pendidikan dalam program tersebut ditanggung penuh oleh pemerintah, mulai dari pendaftaran hingga kelulusan.

“Ini kesempatan besar yang harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pendidikan,” pungkasnya.

Melalui berbagai kebijakan tersebut, pemerintah berharap peran guru ngaji semakin kuat, baik dari sisi kompetensi maupun kesejahteraan, sebagai bagian penting dalam membangun masyarakat yang religius, berkarakter, dan berdaya saing global. (diks/alnews)

 
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *