Scroll untuk baca artikel
Example 300x300
Example 728x250
Berita

Menag di Mesir: Ekoteologi dan Kemanusiaan Jadi Fondasi Era AI

67
×

Menag di Mesir: Ekoteologi dan Kemanusiaan Jadi Fondasi Era AI

Sebarkan artikel ini
Menag (berpeci) jadi pembicara pada Konferensi Internasional di Mesir - Untuk mengakses berbagai layanan Kementerian Agama, silakan kunjungi https://kemenag.go.id/layanan . Melalui portal ini, Anda dapat memperoleh informasi terkini mengenai, regulasi, pendidikan keagamaan, agenda nasional, publikasi digital, serta berita Kemenag dari pusat dan daerah. Ikuti juga saluran Kementerian Agama di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb9xP10Fy72KZA2gk81S

ALIMANNEWS.COM, KAIRO — Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya ekoteologi serta peran agama dalam menjaga kesadaran kemanusiaan di era Artificial Intelligence (AI) pada konferensi internasional yang digelar Kementerian Wakaf Republik Arab Mesir.

Konferensi tersebut dihadiri Menteri Wakaf Mesir Prof. Dr. Usamah Al-Sayyid Al-Azhari, para ulama, cendekiawan, dan peneliti dari berbagai negara. Menag hadir didampingi Direktur Penerangan Agama Islam Muchlis M. Hanafi dan Tenaga Ahli Menag Bunyamin Yafid.

Promo untuk Anda
Example 300x300
Promo server terbaik

Dalam paparannya, Menag menyampaikan salam Presiden Prabowo Subianto serta apresiasi kepada Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi. Ia menekankan bahwa tanggung jawab manusia dalam Islam tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga mencakup amanah moral untuk memakmurkan dan menjaga keseimbangan bumi.

“Ekoteologi menempatkan relasi manusia dan lingkungan dalam bingkai amanah dan tanggung jawab etis,” ujar Menag di Mesir, Senin (19/1/2026).

Menag menilai tantangan utama di era AI bukan pada kecanggihan teknologi, melainkan pada penjagaan nilai-nilai kemanusiaan. Menurutnya, dunia tidak hanya membutuhkan kecerdasan, tetapi juga etika, nurani, dan tanggung jawab moral.

Ia menegaskan bahwa kecerdasan buatan harus diposisikan sebagai alat bantu, bukan pengganti ijtihad, fatwa, atau otoritas keagamaan.

“AI tidak dapat menggantikan nurani dan tanggung jawab etik manusia,” tegasnya.

Menag berharap forum ini memperkuat peran agama sebagai kompas moral bagi kemajuan teknologi dan pembangunan peradaban global yang berkeadaban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *