Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Berita

MUI Sampaikan Duka Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon, Desak Perlindungan Pasukan Perdamaian

70
×

MUI Sampaikan Duka Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon, Desak Perlindungan Pasukan Perdamaian

Sebarkan artikel ini
Prof KH Asrorun Ni'am Sholeh, Ketua MUI Bidang Fatwa. (Foto: Ist)

ALIMANNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia, Asrorun Ni’am Sholeh, menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon.

Ketiga prajurit tersebut merupakan bagian dari Satgas Kontingen Garuda (Konga) yang bertugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon. Mereka dilaporkan gugur saat menjalankan tugas melindungi warga sipil di wilayah konflik.

Dalam keterangannya di Kantor MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (31/3/2026), Ni’am menegaskan bahwa pengabdian para prajurit tersebut merupakan tugas mulia dalam menjaga perdamaian dunia.

“Menjaga perdamaian bukan hanya mandat kenegaraan, tetapi juga memiliki nilai keagamaan yang tinggi,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam perspektif Islam, seorang Muslim sejati adalah yang mampu menghadirkan rasa aman dan damai. Oleh karena itu, prajurit yang wafat dalam misi kemanusiaan dan perdamaian diharapkan memperoleh kedudukan syahid di sisi Allah SWT.

MUI juga menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban dan mendoakan agar para prajurit mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.

Di sisi lain, MUI mengecam keras serangan militer Israel yang menyebabkan gugurnya prajurit tersebut. Tindakan itu dinilai bertentangan dengan prinsip kemanusiaan, hukum internasional, serta semangat perdamaian global.

Lebih lanjut, MUI mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengambil langkah konkret dalam melindungi pasukan perdamaian serta menjamin keamanan misi internasional.

Pemerintah Indonesia juga didorong untuk menempuh langkah diplomasi yang tegas dan terukur guna mencegah kejadian serupa terulang.

“Perlindungan terhadap jiwa harus menjadi prioritas utama. Seluruh elemen bangsa dan masyarakat internasional harus bersatu mewujudkan perdamaian abadi,” tegas Ni’am.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *