Scroll untuk baca artikel
Example 300x300
Example 728x250
Berita

UNISMA Bekasi–Keimyung College Korea Selatan Jajaki Kerja Sama Akademik dan Budaya

47
×

UNISMA Bekasi–Keimyung College Korea Selatan Jajaki Kerja Sama Akademik dan Budaya

Sebarkan artikel ini
Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi/ Universitas Muhammadiyah Indonesia menjajaki peluang kerja sama internasional dengan Keimyung College University, Korea Selatan. (Foto:Humas_Unisma)

ALIMANNEWS.COM, BEKASI — Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi/Universitas Muhammadiyah Indonesia menjajaki peluang kerja sama internasional dengan Keimyung College University, Korea Selatan, melalui Focus Group Discussion (FGD) dan Sharing Session pada Selasa (27/1/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pascasarjana UNISMA Bekasi ini membahas potensi kolaborasi dalam bidang pendidikan, kemitraan industri–akademik, pertukaran mahasiswa, serta penguatan riset lintas negara.

Promo untuk Anda
Example 300x300
Promo server terbaik

Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni (DIKA) UNISMA Bekasi, Dr. Hasan Basri, M.Pd., menilai pertemuan ini menjadi langkah awal yang penting dalam memperluas jejaring global kampus. “Semoga forum ini menjadi jalur pembuka kerja sama di tahun-tahun mendatang, baik dalam riset dosen maupun pertukaran mahasiswa,” ujarnya.

Sementara itu, President Keimyung College University, Dr. Seung-Ho Park, menyampaikan bahwa pihaknya memiliki pengalaman luas dalam pengelolaan mahasiswa internasional. Ia mengusulkan kerja sama diawali melalui program pertukaran bahasa dan budaya. “Kami mengusulkan kolaborasi dimulai dari pertukaran bahasa dan budaya sebagai fondasi hubungan akademik,” katanya.

Dalam forum tersebut juga dibahas rencana pembentukan K-Culture Center di UNISMA Bekasi sebagai wadah pembelajaran bahasa Korea, seni, kuliner, hingga industri kreatif. Koordinator UPT Kerja Sama UNISMA Bekasi, Ria Marginingsih, M.B.A., menegaskan pentingnya pertukaran budaya yang timbal balik. “Kami juga ingin memperkenalkan budaya Indonesia, khususnya Jawa Barat, serta nilai-nilai Islam untuk memperkuat pemahaman lintas budaya dan mengikis stereotip negatif,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *