ALIMANNEWS.COM, JAKARTA – Masa mudik Lebaran 1447 Hijriah resmi berakhir. Seiring itu, arus balik mulai dipadati pemudik yang kembali ke kota asal. Di tengah mobilitas tinggi tersebut, Kepolisian Negara Republik Indonesia bersama Jasa Raharja merilis data kecelakaan lalu lintas selama periode mudik tahun 2026.
Berdasarkan catatan Korps Lalu Lintas Polri dan Jasa Raharja, jumlah kecelakaan lalu lintas pada periode 13–22 Maret 2026 atau masa Siaga Lebaran mencapai 2.119 kejadian. Dari angka tersebut, total korban tercatat sebanyak 3.597 orang, dengan 190 orang di antaranya meninggal dunia.
Kapolri, Listyo Sigit Prabowo, menyampaikan bahwa angka kecelakaan pada arus mudik Lebaran tahun ini mengalami penurunan sebesar 3,23 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, tingkat fatalitas korban meninggal dunia juga menurun signifikan hingga 24,61 persen dibandingkan pelaksanaan Operasi Ketupat 2025.
“Penurunan ini menunjukkan adanya perbaikan dalam pengelolaan arus lalu lintas serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berkendara,” demikian keterangan yang disampaikan melalui Humas Polri.
Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menjelaskan bahwa tren penurunan tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor strategis. Di antaranya adalah penguatan manajemen rekayasa lalu lintas oleh Korlantas Polri, termasuk distribusi arus kendaraan yang lebih merata selama periode mudik.
“Selain itu, kebijakan work from anywhere yang telah diumumkan pemerintah jauh hari sebelumnya juga memberikan dampak signifikan dalam mengurai kepadatan dan pemerataan waktu perjalanan masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (24/3/2026).
Meski demikian, catatan kritis disampaikan pengamat transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata, Djoko Setijowarno. Ia menilai masih terdapat persoalan mendasar terkait minimnya integrasi transportasi massal di daerah tujuan mudik.
Menurutnya, keterbatasan konektivitas transportasi umum, khususnya pada tahap akhir perjalanan atau last mile, membuat masyarakat tetap bergantung pada kendaraan pribadi saat berada di kampung halaman.
“Keberhasilan mudik tidak cukup hanya diukur dari kelancaran lalu lintas di jalan utama, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat dapat beralih ke transportasi umum. Tanpa konektivitas yang memadai di titik akhir, kendaraan pribadi tetap menjadi pilihan utama,” ujarnya.
Dengan berakhirnya masa mudik dan berlangsungnya arus balik, berbagai pihak diharapkan terus memperkuat koordinasi dan evaluasi, guna meningkatkan keselamatan serta kualitas layanan transportasi pada momentum Lebaran di tahun-tahun mendatang.
#mudik, #rodadua, #mudik2026, #lebaran, #idulfitri






