Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Berita

Wagub DKI Santuni Keluarga Guru ASN Pemrov Jakarta Korban Kecelakaan KRL–Argo Bromo

alnews_online
29
×

Wagub DKI Santuni Keluarga Guru ASN Pemrov Jakarta Korban Kecelakaan KRL–Argo Bromo

Sebarkan artikel ini
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, menyerahkan santunan kepada keluarga almarhumah Nur Laila, guru ASN Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. (Foto:HMS_DKI Jakarta)

ALIMANNEWS.COM, JAKARTA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bergerak cepat merespons tragedi kecelakaan kereta api yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi dengan menyerahkan santunan kepada keluarga korban, Rabu (29/4/2026), di Balai Kota Jakarta.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, secara langsung menyerahkan santunan kepada keluarga almarhumah Nur Laila, seorang guru ASN Pemprov DKI Jakarta, serta almarhumah Nuryati, kader jumantik Kelurahan Harapan Mulya, Jakarta Pusat. Keduanya meninggal dunia dalam insiden tragis yang menyita perhatian publik tersebut.

Dalam pernyataannya, Rano Karno menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya kedua korban yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam pelayanan masyarakat. “Peristiwa ini meninggalkan duka, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi kita semua,” ujarnya.

Ia menegaskan, almarhumah Nur Laila dikenal sebagai tenaga pendidik yang berdedikasi, sementara Nuryati aktif dalam kegiatan pemberantasan sarang nyamuk sebagai kader jumantik, yang berperan penting dalam pencegahan penyakit berbasis lingkungan. Pemprov DKI, kata dia, kehilangan sosok pengabdi masyarakat yang telah memberikan kontribusi nyata di bidangnya masing-masing.

Sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian, Pemprov DKI bersama sejumlah lembaga terkait menyalurkan santunan kepada keluarga korban. Keluarga Nur Laila menerima santunan sekitar Rp283 juta dari PT Taspen. Sementara itu, keluarga Nuryati memperoleh Rp42 juta dari BPJS Ketenagakerjaan serta Rp20 juta dari Baznas (Bazis) Provinsi DKI Jakarta.

“Bantuan ini tentu tidak dapat menggantikan kehilangan yang dirasakan keluarga. Namun kami berharap dapat meringankan beban serta menjadi bukti kehadiran pemerintah di tengah masa duka,” jelasnya.

Selain santunan, Pemprov DKI juga menyiapkan dukungan lanjutan, termasuk kemungkinan bantuan pendidikan bagi anak almarhumah Nur Laila yang masih bersekolah. Rano menyebut, program tersebut akan dikaji melalui Dinas Pendidikan sebagai bentuk perhatian terhadap keluarga ASN.

“Insyaallah ada program yang bisa mendukung pendidikan anak almarhumah. Ini akan kami pertimbangkan karena beliau bagian dari keluarga besar Pemprov DKI,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rano mengungkapkan bahwa sejak malam kejadian, Pemprov DKI telah mengerahkan berbagai unsur untuk penanganan darurat di lokasi kecelakaan di Bekasi. Keterlibatan tersebut meliputi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Palang Merah Indonesia (PMI), Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan, serta layanan ambulans.

Selain itu, layanan transportasi publik Transjakarta juga masih menyediakan shuttle bus di wilayah Bekasi guna membantu mobilitas warga terdampak pascakecelakaan.

Rano turut mengapresiasi sinergi lintas lembaga, termasuk Badan Kepegawaian Negara (BKN), Kantor Regional V BKN, PT Taspen, BPJS Ketenagakerjaan, serta Baznas (Bazis) DKI Jakarta dalam memberikan dukungan kepada keluarga korban.

Ia berharap peristiwa kecelakaan ini menjadi momentum evaluasi bersama untuk meningkatkan aspek keselamatan transportasi publik di masa mendatang. “Semoga kejadian ini tidak terulang dan menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus memperkuat komitmen menjaga keselamatan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

 
 
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *