Berita

Gempa Flores, MDMC–Lazismu Aktifkan Posko dan Kerahkan Tim Kemanusiaan

51
×

Gempa Flores, MDMC–Lazismu Aktifkan Posko dan Kerahkan Tim Kemanusiaan

Sebarkan artikel ini
Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama Lazismu memperkuat respons kemanusiaan terhadap gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) Foto: Ist

ENDE, ALIMANNEWS.COM — Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama Lazismu memperkuat respons kemanusiaan terhadap gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).

Berdasarkan laporan situasi MDMC, dampak gempa tersebar di sejumlah wilayah, yakni Kabupaten Nagekeo, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Manggarai, Ende, Sikka, dan Ngada.

Dalam fase tanggap awal, Muhammadiyah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BPBD, jejaring relawan lokal, serta berbagai pihak terkait. MDMC juga mengerahkan relawan terdekat untuk melakukan asesmen kebutuhan penyintas dan memantau kondisi di wilayah terdampak.

Untuk memperkuat koordinasi dan pelayanan, Muhammadiyah mengaktifkan Pos Koordinasi di Klinik Muhammadiyah Ende, Jalan Mahoni, Kelurahan Kotaratu, Kecamatan Ende Utara, Kabupaten Ende.

Sementara itu, Pos Pelayanan Muhammadiyah di Manggarai Timur beroperasi di SMK Muhammadiyah Manggarai Timur, Pota, Kecamatan Sambi Rampas.

Dukungan kesehatan juga telah berjalan di Mbay, Kabupaten Nagekeo. Tim dari Klinik Utama Muhammadiyah Ende yang terdiri atas satu dokter dan dua perawat diterjunkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak.

Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Muhammadiyah turut menyiapkan tambahan tenaga kesehatan dari PKU Muhammadiyah Bima NTT dan RS Muhammadiyah Lamongan, Jawa Timur.

Di Manggarai Timur, respons kemanusiaan dilakukan melalui distribusi makanan siap saji dan pengerahan relawan Muhammadiyah. MDMC Jawa Timur juga menyiapkan dua unit mobil rescue dan satu unit dapur umum untuk memperkuat pelayanan di lapangan.

Sementara itu, pendataan dan verifikasi dampak gempa masih berlangsung. Berdasarkan laporan sementara, tercatat 40 orang meninggal dunia, 50 orang mengalami luka-luka, dan sekitar 2.000 orang mengungsi. Gempa juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah rumah dan fasilitas umum.

MDMC menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses asesmen serta verifikasi di lapangan.

MDMC bersama jejaring relawan Muhammadiyah di berbagai wilayah terdampak akan melanjutkan pemantauan, asesmen kebutuhan, pelayanan kesehatan, distribusi bantuan, serta koordinasi dengan pemerintah dan pihak terkait.

Respons kemanusiaan tersebut melibatkan MDMC NTT, MDMC Ende, MDMC Manggarai Timur, MDMC Sikka, MDMC Manggarai, Klinik Utama Muhammadiyah Ende, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dan Universitas Muhammadiyah Maumere.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Muhammadiyah untuk memastikan kebutuhan dasar penyintas terpenuhi sekaligus mempercepat penanganan dan pemulihan masyarakat di wilayah Flores yang terdampak gempa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *