Berita

Menag Nasaruddin Umar Pimpin Doa Sidang Tahunan MPR: Satukan Hati dan Pikiran untuk Indonesia

78
×

Menag Nasaruddin Umar Pimpin Doa Sidang Tahunan MPR: Satukan Hati dan Pikiran untuk Indonesia

Sebarkan artikel ini
Menag RI Nasaruddin Umar pimpin Doa Sidang tahunan 2026 MPR RI. Foto: Ist

JAKARTA, ALIMANNEWS.COM — Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memimpin doa dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI–DPD RI dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Dalam doa tersebut, Nasaruddin mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat persatuan, kesatuan, dan kebersamaan. Ia menilai seluruh potensi bangsa perlu disinergikan untuk mewujudkan cita-cita nasional sekaligus menjaga martabat Indonesia di tengah tantangan global.

“Satukanlah hati dan pikiran kami untuk bersama-sama mencintai negeri kami,” doa Menag.

Nasaruddin juga berharap Sidang Tahunan MPR menjadi momentum memperkuat sinergi seluruh kekuatan bangsa yang telah dianugerahkan Tuhan kepada Indonesia.

Menurutnya, persatuan dan kebersamaan menjadi modal penting untuk menghadapi berbagai tantangan sekaligus mewujudkan cita-cita luhur bangsa.

Doakan Bangsa Terhindar dari Fitnah

Dalam doanya, Menag turut memohon perlindungan bagi bangsa Indonesia dari fitnah, pengkhianatan, tipu daya, serta berbagai rekayasa negatif.

Namun, ia juga mengingatkan pentingnya keterbukaan untuk melakukan introspeksi apabila kritik yang disampaikan ternyata benar.

“Sadarkanlah diri kami untuk mengoreksi diri jika fitnah dan kritikan mereka benar. Ampunilah mereka jika fitnah dan kritikan mereka keliru,” tuturnya.

Menag juga memanjatkan doa bagi masyarakat yang tertindas dan lemah di berbagai penjuru dunia, tanpa membedakan latar belakang keagamaannya.

“Bantulah siapapun hamba-Mu yang terdhalimi dan yang lemah di muka bumi ini, baik yang taat beragama maupun yang belum taat,” ucapnya.

Memohon Kekuatan Menghadapi Tantangan

Nasaruddin menyadari perjalanan bangsa ke depan masih menghadapi tantangan panjang. Karena itu, ia memohon kekuatan dan keteguhan bagi seluruh pihak yang mengemban amanah negara.

Ia juga mengajak bangsa Indonesia untuk terus berikhtiar, sembari menyerahkan hasil akhirnya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam bagian akhir doanya, Menag memohon ampun atas dosa dan kekhilafan bangsa, para pemimpin, orang tua, serta para pahlawan yang telah berjasa bagi negara.

“Jadikanlah bangsa dan negeri kami sebagai baldatun thayyibah wa rabbun gafur, negeri yang gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerto raharjo.”

Doa tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI–DPD RI, sekaligus membawa pesan spiritual tentang pentingnya persatuan, introspeksi, pengabdian, dan doa dalam menjaga perjalanan Indonesia menghadapi tantangan zaman.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *