Berita

Muhammadiyah Gandeng Dunia Usaha Perkuat Dakwah di Wilayah 3T

76
×

Muhammadiyah Gandeng Dunia Usaha Perkuat Dakwah di Wilayah 3T

Sebarkan artikel ini
LDK PP Muhammadiyah dengan jajaran Agung Sedayu Group (ASG) di Menara Syariah, kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Banten, Selasa (18/8/2026). Foto: Ist

BANTEN, ALIMANNEWS.COM – Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah memperkuat jejaring kolaborasi dengan dunia usaha untuk mengembangkan dakwah sekaligus pemberdayaan masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Langkah tersebut dibahas dalam silaturahmi LDK PP Muhammadiyah dengan jajaran Agung Sedayu Group (ASG) di Menara Syariah, kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Banten, Selasa (18/8/2026).

Pertemuan membahas dinamika dakwah di kawasan 3T, kebutuhan penguatan dai, pengembangan ekonomi syariah, serta peluang kolaborasi lintas sektor untuk memastikan program dakwah memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Ketua LDK PP Muhammadiyah Muchamad Arifin mengatakan, dakwah di wilayah 3T memiliki tantangan yang berbeda dibandingkan kawasan perkotaan. Faktor geografis, keterbatasan transportasi dan komunikasi, kondisi sosial ekonomi, serta kebutuhan pembinaan keagamaan membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif.

“Dakwah di daerah 3T tidak cukup hanya dengan mengirim dai. Yang juga penting adalah bagaimana dai mendapatkan dukungan, pendampingan, sarana, dan ekosistem yang memungkinkan program dakwah berjalan secara berkelanjutan.”

Menurut Arifin, dai di kawasan 3T tidak hanya berperan menyampaikan pesan keagamaan. Mereka juga diharapkan menjadi bagian dari proses pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan, pendampingan sosial, penguatan kehidupan keagamaan, hingga pengembangan kemandirian ekonomi.

Karena itu, LDK PP Muhammadiyah menilai penguatan dakwah 3T membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, lembaga filantropi, perguruan tinggi hingga komunitas masyarakat.

Arifin menegaskan, dukungan terhadap dakwah di wilayah 3T harus dirancang berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat agar tidak berhenti sebagai bantuan jangka pendek.

“Kita ingin kebutuhan dai di lapangan benar-benar dipahami, sehingga dukungan yang diberikan tidak bersifat sesaat, tetapi mampu menjawab kebutuhan dan menjamin keberlangsungan dakwah.”

Dalam konteks tersebut, Menara Syariah PIK 2 menjadi ruang strategis untuk mempertemukan gerakan dakwah dengan perspektif dunia usaha dan pengembangan ekonomi syariah.

Silaturahmi dengan ASG juga menjadi momentum bertukar gagasan mengenai kemungkinan kolaborasi antara gerakan dakwah dan dunia usaha, khususnya dalam pengelolaan sumber daya, pemberdayaan masyarakat, serta pembangunan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.

LDK PP Muhammadiyah memandang ekonomi syariah dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat pemberdayaan umat. Dakwah tidak hanya diarahkan pada penyampaian nilai-nilai keagamaan, tetapi juga pada upaya meningkatkan kualitas pendidikan, kehidupan sosial, dan kemandirian ekonomi masyarakat.

LDK PP Muhammadiyah menilai Muhammadiyah tidak dapat bekerja sendiri dalam menjawab kompleksitas persoalan masyarakat di wilayah 3T. Sinergi dengan pemerintah, dunia usaha, lembaga sosial, perguruan tinggi dan berbagai elemen masyarakat diperlukan untuk memperkuat sarana dakwah, pembinaan dai, serta program pemberdayaan.

Bagi LDK PP Muhammadiyah, dai di kawasan 3T merupakan bagian dari ikhtiar menghadirkan dakwah yang mencerahkan sekaligus memberdayakan. Dai diharapkan mampu membaca persoalan masyarakat dan menghubungkan kebutuhan mereka dengan sumber daya yang tersedia.

Silaturahmi ini diharapkan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara Muhammadiyah dan dunia usaha dalam menghadirkan program dakwah yang sistematis, berkelanjutan, dan berdampak nyata.

Dari Menara Syariah PIK 2, gagasan tersebut diarahkan untuk membuka jalan baru bagi penguatan dakwah di wilayah terdepan negeri: dai yang tangguh, program yang berkelanjutan, dan manfaat yang nyata bagi masyarakat 3T.

Silaturahmi tersebut disambut langsung Letnan Jenderal TNI Marinir (Purn.) Dr. H. Nono Sampono, M.Si., selaku Presiden Direktur/Direktur Utama ASG, bersama Harianto Solichin, Komisaris Utama Menara Syariah.

Dari jajaran Muhammadiyah hadir Prof. Dr. Muhajir Effendy, M.Si., Pimpinan Pusat Muhammadiyah; Ketua LDK PP Muhammadiyah Muchamad Arifin; Kepala Kantor Sekretariat PP Muhammadiyah Jakarta Hefinal Chairan; serta Bendahara LDK PP Muhammadiyah Kamarul Zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *