Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Berita

Prabowo: Nuzulul Qur’an Momentum Mengamalkan Nilai Al-Qur’an dan Berantas Korupsi

41
×

Prabowo: Nuzulul Qur’an Momentum Mengamalkan Nilai Al-Qur’an dan Berantas Korupsi

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo dalam acara Nuzulul Qur'an (Foto:Ist)

ALIMANNEWS.COM, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengajak masyarakat menjadikan peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah sebagai momentum untuk memahami sekaligus mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk dalam upaya memberantas korupsi.

Hal tersebut disampaikan Presiden saat memberikan sambutan pada peringatan Nuzulul Qur’an tingkat kenegaraan yang digelar di Istana Negara, Selasa (10/3/2026).

Menurut Presiden, peringatan Nuzulul Qur’an tidak seharusnya hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk merenungi ajaran Al-Qur’an serta menjadikannya sebagai pedoman hidup.

“Peringatan Nuzulul Qur’an kali ini saya kira adalah suatu kesempatan bagi kita sekalian untuk masing-masing memahami, masing-masing meresapi arti daripada apa yang diajarkan dalam Al-Qur’an tersebut,” ujar Prabowo.

Presiden menilai nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an seperti kejujuran, keadilan, dan amanah harus menjadi dasar dalam menjalankan kepemimpinan dan kekuasaan.

“Semakin saya sadar bahwa kepemimpinan itu adalah takdir dan kekuasaan itu bersumber daripada Yang Maha Kuasa dan kekuasaan itu diberi sebagai penugasan untuk membela kebenaran, keadilan, dan kejujuran,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyoroti pentingnya memberantas korupsi serta berbagai praktik penyelewengan yang merugikan negara dan masyarakat. Menurutnya, praktik tersebut tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga bertentangan dengan nilai-nilai agama.

“Memang kita harus menghilangkan korupsi, penyelewengan, semua praktik-praktik yang tidak benar dan tidak baik yang dilarang oleh semua agama,” katanya.

Prabowo menambahkan bahwa tidak ada negara yang dapat berhasil apabila pemerintahnya tidak mampu membersihkan diri dari praktik korupsi. Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam yang besar yang harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat.

“Kita tidak boleh kalah dengan mereka yang ingin mengambil kekayaan rakyat, membawanya ke negara lain, dan memelihara bangsa dan rakyat Indonesia dalam keadaan lemah,” ujarnya.

Melalui momentum Nuzulul Qur’an, Presiden juga mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk ulama, tokoh agama, dan masyarakat, untuk memperkuat persatuan serta menjaga nilai kejujuran dan keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *