Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Berita

23 Dapur Disiagakan, Kemenhaj Pastikan Konsumsi Jemaah Haji di Madinah Optimal

alnews_online
38
×

23 Dapur Disiagakan, Kemenhaj Pastikan Konsumsi Jemaah Haji di Madinah Optimal

Sebarkan artikel ini
Petugas konsumsi di hotel juga melakukan pengecekan sebelum makanan disajikan. (Foto: HMS_Kemenhaj)

ALIMANNEWS.COM, MADINAHKementerian Haji dan Umrah memastikan layanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia selama berada di Madinah berjalan optimal dengan menyiagakan 23 dapur katering.

Kesiapan tersebut disampaikan Kepala Seksi Konsumsi Daker Madinah, Beny Darmawan, yang menegaskan seluruh dapur telah melalui proses seleksi ketat untuk menjamin kualitas, kebersihan, dan keamanan makanan.

“Seluruh dapur sudah diseleksi dan siap melayani jemaah haji Indonesia,” ujarnya, Minggu (19/4) malam waktu setempat.

Selama sekitar sembilan hari di Madinah, jemaah akan mendapatkan konsumsi sebanyak 27 kali makan atau tiga kali sehari, mengikuti pola makan khas masyarakat Indonesia. Kualitas dan cita rasa makanan juga dijaga agar sesuai dengan selera jemaah.

Untuk mempertahankan rasa khas Nusantara, bumbu masakan didatangkan langsung dari Indonesia dalam bentuk pasta racikan. Selain itu, setiap dapur diwajibkan memiliki minimal dua koki utama dan empat asisten yang berasal dari Indonesia.

“Ketentuan ini wajib dipenuhi dan seluruh dapur telah melaksanakannya,” kata Beny.

Beny menambahkan, kesiapan layanan konsumsi telah mencapai 100 persen menjelang kedatangan jemaah haji gelombang pertama yang dijadwalkan tiba pada Rabu (22/4).

Seluruh aspek telah dipastikan siap, mulai dari ketersediaan bahan baku hingga kesiapan tenaga juru masak di lapangan.

Selain itu, layanan konsumsi juga dirancang ramah bagi jemaah lanjut usia (lansia). Menu makanan dapat disesuaikan, seperti tekstur nasi yang dibuat lebih lunak atau diolah menjadi bubur agar mudah dicerna.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh jemaah, khususnya lansia, tetap dapat menjalankan ibadah dengan nyaman dan aman.

Dalam aspek pengawasan, Kemenhaj menerapkan sistem berlapis guna menjamin kualitas makanan. Proses pengawasan dilakukan sejak pemilihan bahan baku, pengolahan, hingga penyajian kepada jemaah.

Pemeriksaan sampel makanan dilakukan di tiga titik, yakni Kantor Daker Madinah, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), serta sektor tempat jemaah menginap. Petugas konsumsi di hotel juga melakukan pengecekan sebelum makanan disajikan.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah memastikan jemaah haji Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa perlu mengkhawatirkan kebutuhan konsumsi selama berada di Tanah Suci.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *