Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Berita

5 Jemaah Haji Wafat, 101 Dirawat di RS Arab Saudi; Pemerintah Tegaskan Keselamatan Prioritas

alnews_online
41
×

5 Jemaah Haji Wafat, 101 Dirawat di RS Arab Saudi; Pemerintah Tegaskan Keselamatan Prioritas

Sebarkan artikel ini
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaf. (Foto: Ist)

ALIMANNEWS.COM, JAKARTA — Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mencatat ribuan jemaah haji Indonesia telah mendapatkan layanan kesehatan selama fase awal penyelenggaraan ibadah haji 2026. Hingga 30 April 2026, sebanyak 4.246 jemaah menjalani rawat jalan, sementara ratusan lainnya harus dirujuk ke fasilitas kesehatan lanjutan.

Berdasarkan data resmi, sebanyak 70 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan 101 jemaah dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS), dengan 42 di antaranya masih menjalani perawatan intensif. Sementara itu, jumlah jemaah wafat tercatat sebanyak 5 orang.

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaf, menegaskan bahwa keselamatan dan perlindungan jemaah menjadi prioritas utama pemerintah dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

“Keselamatan dan perlindungan jemaah adalah prioritas utama. Tidak ada kompromi terhadap pelanggaran aturan dalam penyelenggaraan ibadah haji,” tegasnya.

Kemenhaj juga mengingatkan seluruh pihak, termasuk Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), untuk mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku. Pemerintah tidak akan mentoleransi aktivitas non-prosedural yang berpotensi membahayakan jemaah.

Maria menambahkan, sanksi tegas hingga pencabutan izin operasional dapat dijatuhkan kepada KBIHU yang terbukti melakukan pelanggaran serius dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai praktik haji ilegal maupun penawaran keberangkatan non-resmi yang berpotensi merugikan.

“Satgas Pencegahan Haji Ilegal terus melakukan pengawasan lintas instansi untuk mencegah penyalahgunaan visa dan praktik penipuan,” ujarnya.

Seiring dimulainya pergerakan jemaah menuju Makkah, Kemenhaj mengingatkan agar jemaah tidak membawa barang berlebihan yang dapat menghambat mobilitas dan distribusi bagasi.

Jemaah yang akan melaksanakan salat Jumat di Masjidil Haram juga diminta berangkat lebih awal menggunakan bus shalawat guna menghindari kepadatan.

“Kami imbau jemaah berangkat minimal dua jam lebih awal agar perjalanan lebih aman dan nyaman,” kata Maria.

Selain itu, jemaah diminta mewaspadai suhu ekstrem di Madinah dan Makkah yang berkisar antara 35 hingga 39 derajat Celsius. Penggunaan alat pelindung diri sederhana seperti payung, topi, masker, serta menjaga asupan cairan menjadi hal penting untuk menjaga kondisi tubuh.

“Jangan memaksakan aktivitas di siang hari. Jaga kesehatan agar tetap fit selama menjalankan ibadah,” pesannya.

Pemerintah memastikan seluruh layanan haji, mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga layanan kesehatan dan perlindungan jemaah berjalan optimal. Perhatian khusus juga diberikan kepada jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, serta perempuan guna menjamin kenyamanan dan keselamatan selama di Tanah Suci. (diks/alnews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *