Scroll untuk baca artikel
Berita

Diusir Mahasiswa UGM, Budiman: Saya Siap Berdialog, Tapi Situasi Tak Kondusif

40
×

Diusir Mahasiswa UGM, Budiman: Saya Siap Berdialog, Tapi Situasi Tak Kondusif

Sebarkan artikel ini
Budiman Sudjatmiko dalam sebuah forum diskusi di Universitas Gadjah Mada (UGM). (Foto:Ist)

ALIMANNEWS.COM – YOGYAKARTA – Budiman Sudjatmiko akhirnya angkat bicara setelah dirinya menjadi sasaran penolakan dalam sebuah forum diskusi di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Insiden yang diwarnai aksi protes mahasiswa itu membuat Budiman memilih meninggalkan lokasi acara sebelum forum berakhir.

Menurut Budiman, dirinya sejatinya datang dengan niat berdialog dan mendengarkan pandangan mahasiswa. Namun situasi yang berkembang di dalam forum dinilai sudah tidak kondusif sehingga diskusi tidak dapat berlangsung sebagaimana mestinya.

“Sebenarnya kita bisa berdialog dengan sehat dan lancar. Saya mau kok berdiskusi dengan mahasiswa. Tapi tadi sayangnya kondisinya sudah tidak kondusif. Saya mengkhawatirkan kondisi yang semakin tidak kondusif apabila saat itu kita masih berada di dalam gedung,” ujar Budiman dalam keterangannya, Selasa (16/6/2026).

Budiman menegaskan bahwa dialog terbuka merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi kampus. Karena itu, ia mengaku tidak keberatan menghadapi kritik maupun perbedaan pandangan selama disampaikan dalam suasana yang tertib dan saling menghormati.

Meski memilih meninggalkan forum, Budiman menyatakan tetap menghargai aspirasi mahasiswa sebagai bagian dari dinamika demokrasi yang tumbuh di lingkungan perguruan tinggi.

Sementara itu, berbeda dengan Budiman yang lebih dahulu meninggalkan lokasi, dua pejabat lainnya yang hadir dalam kegiatan tersebut, yakni Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid, sempat bertahan di tengah situasi yang memanas.

Sudaryono mengungkapkan bahwa suasana forum mulai tidak terkendali setelah terjadi aksi pelemparan air yang dilakukan oleh sejumlah peserta. Bahkan, ia mengaku sempat merasakan adanya kontak fisik di tengah kerumunan mahasiswa yang melakukan protes.

“Saya merasa ada yang memukul saya. Ada pelemparan air juga. Karena situasi sudah tidak kondusif, pihak keamanan menyarankan kami keluar,” kata Sudaryono.

Menurutnya, langkah meninggalkan lokasi merupakan keputusan yang diambil demi menjaga keselamatan seluruh pihak dan mencegah situasi berkembang menjadi lebih buruk.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik karena terjadi di lingkungan akademik yang selama ini dikenal sebagai ruang dialog dan pertukaran gagasan. Sejumlah pihak pun berharap perbedaan pandangan antara mahasiswa dan narasumber dapat diselesaikan melalui diskusi yang konstruktif tanpa diwarnai tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban maupun keselamatan peserta forum.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara terkait kronologi lengkap insiden tersebut maupun langkah evaluasi yang akan dilakukan pasca-terjadinya aksi penolakan di lokasi acara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *