Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Berita

Kemenag-BGN Benahi Data Penerima MBG Pesantren

alnews_online
115
×

Kemenag-BGN Benahi Data Penerima MBG Pesantren

Sebarkan artikel ini
Keahadiran MBG di Pondok Pesantren Al Mubarok, Karanganyar. (Foto: Ist)

ALIMANNEWS.COM, JAKARTA — Kementerian Agama Republik Indonesia bersama Badan Gizi Nasional (BGN) memperkuat sinkronisasi data penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memastikan penyaluran bantuan di lingkungan pesantren berjalan lebih akurat, tepat sasaran, dan merata.

Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Romo Syafii, mengatakan integrasi data menjadi langkah penting untuk memetakan jumlah santri dan peserta didik yang telah menerima manfaat maupun yang belum terjangkau program MBG.

“Kami sudah sepakati harus ada sinkronisasi data antara Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemenag dan BGN supaya update tentang berapa yang sudah dapat manfaat dan berapa yang belum dapat manfaat itu bisa kita antisipasi,” ujar Romo Syafii di Jakarta, Senin (11/5/2026).

Menurutnya, selama ini masih ditemukan perbedaan pendekatan pendataan penerima manfaat, khususnya pada lembaga pendidikan yang berada di lingkungan pesantren. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian peserta didik di pesantren belum seluruhnya tercatat sebagai penerima program MBG.

Romo Syafii mencontohkan siswa madrasah ibtidaiyah, tsanawiyah, maupun aliyah yang berada dalam kawasan pesantren terkadang belum masuk dalam kategori data santri penerima manfaat.

“Kami memprediksi hari ini pesantren yang sudah menerima manfaat itu hampir mendekati angka 50 persen,” katanya.

Ia menegaskan, sinkronisasi data antara Kemenag dan BGN diharapkan mampu mempercepat perluasan cakupan layanan MBG bagi santri dan peserta didik di lembaga pendidikan keagamaan.

Selain memperbaiki akurasi data, langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan program pemenuhan gizi nasional dapat dirasakan secara adil oleh seluruh kelompok masyarakat, termasuk komunitas pesantren di berbagai daerah.

Kementerian Agama bersama BGN juga terus melakukan koordinasi teknis agar proses pendataan, verifikasi, hingga distribusi program berjalan lebih efektif dan terintegrasi.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi anak-anak Indonesia, termasuk para santri dan peserta didik di lembaga pendidikan berbasis keagamaan.

 
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *