Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
BeritaHAJI

Wamenag Apresiasi Matangnya Mitigasi Layanan Armuzna

alnews_online
45
×

Wamenag Apresiasi Matangnya Mitigasi Layanan Armuzna

Sebarkan artikel ini
akil Menteri Agama (Wamenag) RI, Romo Muhammad Syafi'i, mengapresiasi layanan jemaah haji Indonesia menjelang fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). (Foto; Ist)

ALIMANNEWS.COM, MAKKAH — Wakil Menteri Agama RI, Muhammad Syafi’i, memberikan apresiasi tinggi terhadap kematangan dan detail perencanaan pelayanan jemaah haji Indonesia menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Menurut pria yang akrab disapa Romo Syafi’i itu, berbagai langkah mitigasi dan sistem pengelolaan yang diterapkan tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pelayanan haji Indonesia, terutama dalam aspek kenyamanan, ketertiban, dan keselamatan jemaah.

Pernyataan tersebut disampaikan Romo Syafi’i usai mengikuti rapat koordinasi Amirulhaj di Makkah, Kamis (21/5/2026).

Salah satu inovasi yang mendapat sorotan khusus adalah penerapan sistem penempatan tenda wukuf di Arafah berbasis nama jemaah (by name). Sistem tersebut dinilai mampu meminimalisasi kekacauan penempatan jemaah sekaligus mempermudah pengawasan selama pelaksanaan puncak haji.

Selain itu, pengawasan terhadap pola pergerakan jemaah, termasuk skema murur dan transportasi reguler, juga disebut berjalan lebih tertata dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Ada petugas yang mencatat mobil-mobil yang membawa jemaah murur maupun reguler. Saya kira ini sebenarnya mimpi yang sangat mudah diwujudkan, tetapi baru terwujud hari ini,” ujar Romo Syafi’i.

Sebagai anggota Amirulhaj 2026, Romo mengaku terharu melihat keseriusan pemerintah dalam mempersiapkan seluruh tahapan penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari proses keberangkatan, pengelolaan akomodasi, distribusi logistik, hingga penyediaan makanan siap saji (ready to eat) untuk jemaah di fase Armuzna.

Ia menilai berbagai pembenahan tersebut merupakan jawaban atas harapan besar jemaah Indonesia yang selama ini menginginkan pelayanan haji lebih tertata, nyaman, dan manusiawi.

“Ini mimpi besar yang selama ini dirindukan oleh segenap jemaah haji Indonesia. Saya terharu,” ungkapnya.

Di sektor kesehatan, Romo Syafi’i juga memuji sinergi antara Kementerian Agama RI, petugas kesehatan haji, dan otoritas Arab Saudi dalam melakukan edukasi serta mitigasi kesehatan bagi jemaah.

Menurutnya, edukasi yang masif terkait pola hidup sehat, pengaturan aktivitas, hingga penanganan cuaca ekstrem terbukti efektif menekan jumlah jemaah yang mengalami gangguan kesehatan pada musim haji tahun ini.

Tak hanya itu, pemerintah juga disebut telah menyiapkan berbagai skenario darurat medis secara matang guna mengantisipasi kondisi jemaah saat berada di fase puncak ibadah haji.

“Kalau ada jemaah yang terganggu kesehatannya, Kementerian Haji dan Umrah RI sudah menyiapkan berbagai skenario untuk memberikan pelayanan terbaik,” jelasnya.

Kesiapan penyelenggaraan haji Indonesia tahun ini bahkan mendapat perhatian dan apresiasi dari pemerintah Arab Saudi. Romo mengungkapkan bahwa delegasi Indonesia menerima undangan resmi dari Menteri Dalam Negeri Arab Saudi sebagai bentuk penghargaan atas kesiapan layanan dan manajemen haji Indonesia.

Menurutnya, pengakuan tersebut menjadi indikator bahwa kualitas pelayanan haji Indonesia semakin mendapat tempat dan kepercayaan di tingkat internasional.

“Saya kira sebagai Wakil Menteri Agama, saya sangat mengapresiasi kerja-kerja Kementerian Haji dan Umrah RI,” pungkas Romo Syafi’i.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *