Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Berita

Jemaah Haji Indonesia Mulai Pulang ke Tanah Air

alnews_online
42
×

Jemaah Haji Indonesia Mulai Pulang ke Tanah Air

Sebarkan artikel ini
Kementerian Haji dan Umrah menyampaikan bahwa jemaah haji Indonesia mulai memasuki fase kepulangan gelombang pertama ke Tanah Air. (Foto: HMS_Kemenhaj)

ALIMANNEWS.COM, JAKARTA — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyatakan jemaah haji Indonesia mulai memasuki fase kepulangan gelombang pertama ke Tanah Air setelah menyelesaikan rangkaian puncak ibadah haji di Tanah Suci. Proses pemulangan dilakukan secara bertahap melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, dengan pengawasan ketat untuk memastikan seluruh perjalanan berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, mengatakan fase kepulangan merupakan tahapan penting dalam penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Pemerintah terus mengawal seluruh proses pergerakan jemaah mulai dari hotel, transportasi menuju bandara, pemeriksaan dokumen, hingga keberangkatan pesawat menuju Indonesia.

“Pada hari ini, Senin, 1 Juni 2026, bertepatan dengan 15 Zulhijjah 1447 Hijriah, penyelenggaraan ibadah haji memasuki hari operasional ke-42. Alhamdulillah, secara keseluruhan rangkaian penyelenggaraan ibadah haji tahun ini berjalan lancar, aman, tertib, dan terkendali,” ujar Maria dalam keterangannya di Jakarta, Senin (1/6/2026).

Menurut Maria, keberhasilan pelaksanaan fase puncak haji menjadi modal penting bagi pemerintah untuk melanjutkan tahapan berikutnya, yakni pemulangan jemaah secara bertahap ke berbagai embarkasi di Indonesia.

“Alhamdulillah, rangkaian utama ibadah haji yang telah dilalui jemaah Indonesia berjalan dengan lancar. Saat ini sebagian jemaah mulai memasuki fase kepulangan ke Tanah Air,” katanya.

Data Kemenhaj mencatat pada hari pertama fase pemulangan terdapat 17 kelompok terbang (kloter) yang dijadwalkan kembali ke Indonesia. Hingga pukul 10.00 WIB, sebanyak 12 kloter telah diberangkatkan dengan total 3.479 jemaah dan 36 petugas haji.

Maria menyampaikan apresiasi kepada seluruh jemaah Indonesia yang selama pelaksanaan ibadah haji menunjukkan kedisiplinan, kesabaran, serta kepatuhan terhadap arahan petugas sehingga seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan dengan baik.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh jemaah haji Indonesia. Kami juga memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan selama penyelenggaraan ibadah haji berlangsung. Segala saran dan masukan dari Bapak dan Ibu jemaah akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada musim haji berikutnya,” ujarnya.

Selain mengapresiasi jemaah, Kemenhaj juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh petugas haji Indonesia yang selama lebih dari satu bulan memberikan pelayanan, pendampingan, perlindungan, serta pengawasan kepada jemaah di berbagai sektor layanan.

Menjelang kepulangan, Kemenhaj mengimbau seluruh jemaah yang telah masuk jadwal penerbangan agar mempersiapkan dokumen dan barang bawaan dengan baik. Jemaah diminta mengikuti jadwal pergerakan yang telah ditetapkan serta mematuhi seluruh arahan petugas di hotel, bus, maupun bandara.

Maria mengingatkan agar paspor, kartu identitas, obat-obatan pribadi, serta dokumen penting lainnya disimpan di tempat yang mudah dijangkau selama perjalanan.

“Pastikan paspor, kartu identitas, obat-obatan pribadi, dokumen penting, serta barang yang diperlukan selama perjalanan tersimpan dengan baik dan mudah dijangkau. Jemaah juga harus memperhatikan ketentuan berat dan jenis barang bawaan sesuai aturan penerbangan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Kemenhaj kembali menegaskan larangan membawa air zamzam di dalam koper bagasi maupun koper kabin. Larangan tersebut merupakan ketentuan penerbangan internasional yang wajib dipatuhi seluruh jemaah.

“Kami menegaskan kembali kepada seluruh jemaah agar tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun koper kabin. Memasukkan air zamzam ke dalam koper merupakan pelanggaran terhadap aturan penerbangan dan dapat mengganggu proses pemeriksaan bagasi di bandara,” tegas Maria.

Ia memastikan seluruh jemaah tidak perlu membawa air zamzam secara mandiri dari Arab Saudi karena pemerintah telah menyiapkan distribusi resmi setibanya di Indonesia.

“Setiap jemaah akan menerima satu galon air zamzam berisi lima liter di debarkasi masing-masing setelah tiba di Tanah Air. Jadi tidak perlu membawa zamzam di koper,” jelasnya.

Kemenhaj juga mengingatkan jemaah untuk tetap menjaga kondisi kesehatan selama menunggu jadwal kepulangan. Mengingat suhu udara di Makkah masih cukup tinggi, jemaah diminta memperbanyak konsumsi air putih, makan secara teratur, beristirahat yang cukup, serta menggunakan payung atau pelindung kepala saat beraktivitas di luar hotel.

Jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, perempuan, serta mereka yang memiliki risiko kesehatan tinggi juga diimbau mendapatkan pendampingan khusus dari ketua kloter, ketua rombongan, ketua regu, keluarga, maupun sesama jemaah.

“Mari kita terus menjaga kekompakan, saling membantu, dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Semangat gotong royong dan ukhuwah yang telah terjalin selama pelaksanaan ibadah haji hendaknya terus dijaga hingga seluruh jemaah kembali ke Tanah Air dengan selamat,” tutup Maria.

Fase pemulangan jemaah haji Indonesia dijadwalkan berlangsung secara bertahap dalam beberapa pekan ke depan hingga seluruh jemaah kembali ke daerah asal masing-masing. Pemerintah berharap seluruh proses kepulangan dapat berjalan lancar sehingga para jemaah dapat berkumpul kembali bersama keluarga dalam keadaan sehat dan selamat setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.

 
 
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *