Berita

Pramono Anung Pastikan Sisa Proyek Tanggul Kali Grogol 600 Meter Segera Digarap

Mohammad Ivan
43
×

Pramono Anung Pastikan Sisa Proyek Tanggul Kali Grogol 600 Meter Segera Digarap

Sebarkan artikel ini
Proses penataan Kali Gresik, Jakarta Barat pada Kamis (2/7/2026). Foto: Dok. Humas pemprov dki

TEROPONGNEWS.COM, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan pembangunan tanggul dan jalan inspeksi Kali Grogol Segmen Kemanggisan, Jakarta Barat, akan segera dituntaskan untuk mengurangi risiko banjir di kawasan tersebut.

Pramono Anung mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengalokasikan anggaran dalam APBD 2026 untuk menyelesaikan sisa pembangunan sepanjang sekitar 600 meter hingga ujung segmen Kali Grogol.

“Untuk Sungai Grogol segmen Kemanggisan ini, saya minta Sumber Daya Air untuk menyelesaikan sampai ujung yang kurang lebih 600 meter lagi. Anggarannya sudah kita anggarkan di APBD kita. Jadi, pasti akan terselesaikan,” ujar Pramono saat meninjau lokasi, Kamis (2/7/2026).

Penataan Kali Grogol Segmen Kemanggisan meliputi pembangunan tanggul sepanjang 1.480 meter di sisi kanan dan kiri sungai. Infrastruktur tersebut dilengkapi dinding penahan banjir (parapet beton) yang membentang dari Jalan Kemanggisan Utama Raya hingga Jalan Tol Merak–Jakarta.

Selain itu, Pemprov DKI juga membangun jalan inspeksi di sepanjang bantaran Kali Grogol sebagai akses petugas dalam melakukan pemantauan, pengangkutan sedimen dan sampah, serta penanganan kerusakan infrastruktur. Jalan inspeksi tersebut juga dilengkapi trotoar untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Sebagai bagian dari pengendalian banjir, Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta turut membangun saluran gendong yang berfungsi menampung limpasan air dari kawasan permukiman agar tidak langsung membebani aliran Kali Grogol.

Normalisasi sungai juga dilakukan dengan mempertahankan luas penampang kali dan mengoptimalkan kapasitas tampung air guna memperkuat tebing sungai, memperlancar aliran, serta mengurangi potensi luapan dan longsor saat curah hujan tinggi.

Pramono mengapresiasi kolaborasi antara Dinas Sumber Daya Air, DPRD DKI Jakarta, dan pemerintah wilayah dalam menata kawasan Kemanggisan yang sebelumnya dikenal sebagai daerah rawan banjir dan permukiman kumuh.

“Tempat ini dulu tempat kumuh. Bahkan, mohon maaf, banyak orang yang mengatakan ini merupakan salah satu tempat yang dulu dianggap tidak terselesaikan. Dengan kerja sama yang baik, alhamdulillah bisa kita tangani,” ujarnya.

Ia mengingatkan kawasan Kemanggisan pernah dilanda banjir hingga mencapai atap rumah warga. Karena itu, ia meminta seluruh infrastruktur yang telah dibangun dirawat secara berkelanjutan.

Politisi PDIP itu juga menginstruksikan Wali Kota Jakarta Barat, Sekretaris Kota, camat, dan lurah setempat untuk memastikan jalan inspeksi tetap steril dari bangunan liar agar dapat difungsikan secara optimal untuk kegiatan pemeliharaan sungai.

“Nanti kalau jalannya sudah selesai, tidak diperbolehkan siapa pun untuk membuat bangunan liar di atas jalan ini. Merawat itu terkadang lebih susah. Jangan sampai kemudian kita sudah buat turap tanggul yang baik, jalan yang baik, tetapi karena tidak dikelola dengan baik, itulah yang selalu menjadi persoalan kita bersama,” pungkas Pramono Anung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *