Berita

Fatoni University Thailand Belajar Pengembangan Pendidikan dari Muhammadiyah

90
×

Fatoni University Thailand Belajar Pengembangan Pendidikan dari Muhammadiyah

Sebarkan artikel ini
Fatoni University Thailand dalam kunjungan pendidikan ke Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Foto: Ist

ALIMANNEWS.COM, MEDAN – Fatoni University Thailand menjadikan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) sebagai salah satu rujukan untuk mempelajari pengembangan pendidikan dan pengelolaan perguruan tinggi.

Hal itu disampaikan Ismail Lutfi dalam acara Bincang Santai bersama UMSU FM, 14 September. Ia mengatakan kunjungannya ke UMSU tidak hanya untuk bersilaturahmi dengan jajaran pimpinan Muhammadiyah, tetapi juga mempelajari berbagai pengalaman UMSU dalam mengembangkan institusi pendidikan tinggi.

“Kedatangan kita ke sini selain untuk bertemu dengan ikhwah-ikhwah pimpinan, sekaligus dengan pimpinan UMSU yang menjadi contoh bagi universitas kami,” ujar Ismail Lutfi.

Menurutnya, Fatoni University Thailand memiliki status sebagai perguruan tinggi swasta. Kondisi tersebut dinilai memiliki kesamaan dengan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah (PTMA) yang berkembang di Indonesia.

Karena itu, Fatoni University melihat pengalaman Muhammadiyah dalam mengelola pendidikan tinggi sebagai salah satu hal yang penting untuk dipelajari, terutama dalam pengembangan institusi dan penguatan jejaring pendidikan.

Selain membangun hubungan dengan Muhammadiyah, Fatoni University Thailand juga menjalin hubungan baik dengan keluarga KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah.

Ismail Lutfi menyebut keluarga Dahlan di Thailand memiliki keterkaitan penting dalam pengembangan keilmuan halal. Salah satu sosok yang disebut adalah Winai Dahlan, cucu KH Ahmad Dahlan yang dikenal sebagai tokoh di bidang sains halal di Bangkok.

“Kita menyampaikan doktor kehormatan kepada cucu atau cicit keluarga Dahlan ini, namanya Winai Dahlan, sebagai salah satu tokoh science, tokoh halal di Bangkok,” katanya.

Winai Dahlan sendiri dikenal berkiprah dalam bidang halal dan menjadi salah satu tokoh yang terkait dengan Halal Science Center, Chulalongkorn University, Thailand.

Dalam kunjungan tersebut, hubungan antarperguruan tinggi Muhammadiyah juga menjadi bagian dari pembahasan. Ismail Lutfi menyampaikan apresiasi atas terbukanya jalan kerja sama dengan Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) di Perlis.

Menurutnya, jejaring kerja sama tersebut membuka peluang lebih luas bagi pengembangan pendidikan dan hubungan akademik antara perguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara.

Kunjungan Fatoni University Thailand ke UMSU sekaligus menunjukkan pentingnya pertukaran pengalaman antarlembaga pendidikan tinggi. Muhammadiyah dengan jaringan PTMA yang luas menjadi salah satu mitra yang dipandang memiliki pengalaman dalam mengembangkan pendidikan tinggi berbasis organisasi.

Kerja sama dan pertukaran pengetahuan tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan pendidikan antara Indonesia, Thailand, dan Malaysia, sekaligus membuka ruang kolaborasi akademik yang lebih luas di kawasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *