Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Berita

Pramono Anung Hadiri Peringatan Nuzulul Quran di FUHAB, Tekankan Peran Ulama dalam Pembangunan Jakarta

23
×

Pramono Anung Hadiri Peringatan Nuzulul Quran di FUHAB, Tekankan Peran Ulama dalam Pembangunan Jakarta

Sebarkan artikel ini
Pramono Anung menghadiri peringatan Nuzulul Quran dan buka puasa bersama di Kantor Sekretariat Dewan Pimpinan Pusat Forum Ulama Habaib (FUHAB) di Kebayoran Baru, Minggu (8/3/2026). (Foto:HMS_DKI Jakarta)

ALIMANNEWS.COM, JAKARTA – Pramono Anung menghadiri peringatan Nuzulul Quran dan buka puasa bersama di Kantor Sekretariat Dewan Pimpinan Pusat Forum Ulama Habaib (FUHAB) di Kebayoran Baru, Minggu (8/3/2026). Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya peran ulama dan habaib dalam menjaga nilai keislaman sekaligus memperkuat persatuan masyarakat Jakarta.

Menurut Pramono, ulama dan habaib memiliki kontribusi besar dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis di tengah keberagaman ibu kota. “Peran ulama dan habaib sangat penting dalam menjaga nilai-nilai keislaman, memperkuat persatuan umat, serta menumbuhkan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat. Ini merupakan modal penting dalam membangun Jakarta,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Pramono juga menyoroti keistimewaan bulan Ramadan yang di dalamnya terdapat peringatan Nuzulul Quran. Ia berharap momentum ini menjadi refleksi bagi umat Islam untuk semakin mencintai Al-Qur’an dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. “Al-Qur’an bukan hanya kitab suci umat Islam, tetapi juga menjadi petunjuk dan pedoman hidup bagi umat manusia,” tuturnya.

Pramono turut mengungkapkan rencana menghidupkan kembali ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) secara berjenjang mulai dari tingkat RT dan RW, kelurahan, kecamatan, kota atau kabupaten hingga provinsi. Menurutnya, langkah ini dapat mendorong semakin banyak generasi muda belajar membaca Al-Qur’an dengan baik.

“Jika MTQ dimulai dari tingkat RT dan RW, lalu kelurahan hingga provinsi, maka akan semakin banyak anak-anak yang terdorong untuk belajar membaca Al-Qur’an,” jelasnya.

Selain MTQ, Pramono juga menilai berbagai kegiatan bernuansa keagamaan seperti lomba tabuh bedug dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus memakmurkan masjid. Ia berharap kegiatan tersebut terus digalakkan sebagai bagian dari syiar Islam di Jakarta.

Lebih lanjut, Pramono menyampaikan rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar Haul Ulama Betawi di kawasan Monumen Nasional (Monas). Kegiatan tersebut direncanakan sebagai bentuk penghormatan kepada para ulama Betawi yang telah berjasa dalam membangun kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat Jakarta.

“Kita akan adakan di Monas. Saya berharap kegiatan ini semakin memperkuat kehidupan kerukunan, keberagaman, dan keagamaan di Jakarta. Nilai rahmatan lil ‘alamin tidak hanya diucapkan, tetapi benar-benar hadir dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Acara peringatan Nuzulul Quran dan buka puasa bersama di DPP FUHAB tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, Pemerintah Kota Jakarta Selatan, serta Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *