Berita

Udara Jakarta Lebih Sejuk saat Jakarta Running Festival 2026, Polutan Menurun

A Rohim
66
×

Udara Jakarta Lebih Sejuk saat Jakarta Running Festival 2026, Polutan Menurun

Sebarkan artikel ini

ALIMANNEWS.COM, JAKARTA – Kualitas udara di sejumlah wilayah Jakarta menunjukkan tren perbaikan pada hari pertama Jakarta Running Festival (JRF) 2026, Sabtu (24/10). Konsentrasi polutan terpantau menurun pada pagi hari, seiring pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Berdasarkan pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta melalui Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU), konsentrasi PM2,5, PM10, dan sulfur dioksida (SO₂) cenderung menurun, terutama pada pukul 04.00–07.00 WIB.

Di Jakarta Selatan, PM2,5 tercatat sekitar 12–32 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada pukul 04.00–05.00 WIB. Sementara di kawasan pesisir Jakarta Utara, konsentrasinya berada pada kisaran 9–17 µg/m³ selama pukul 04.00–07.00 WIB.

Penurunan juga terpantau di Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Pusat. Di wilayah Jakarta Pusat, konsentrasi PM2,5 dan PM10 tercatat berkisar 12–43 µg/m³.

Kepala DLH DKI Jakarta, Dudi Gardesi, menjelaskan bahwa perubahan kualitas udara dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi meteorologi hingga aktivitas sumber emisi lokal. OMC juga berpotensi memberikan kontribusi melalui hujan yang membantu mengendapkan partikel polutan di atmosfer atau wet deposition.

Meski demikian, ia menegaskan diperlukan analisis lebih lanjut untuk memastikan besarnya pengaruh OMC terhadap penurunan polutan dan keberlanjutan perbaikan kualitas udara.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, mengatakan OMC dilakukan untuk mengoptimalkan potensi hujan dan menciptakan kondisi yang lebih nyaman bagi masyarakat, termasuk lebih dari 37.000 peserta JRF 2026 dari 48 negara.

Menurut laporan BPBD, operasi tersebut telah dilaksanakan melalui empat sorti penerbangan pada 21–23 Oktober menggunakan pesawat PK-SNH dengan bahan semai natrium klorida (NaCl). Penyemaian dilakukan di kawasan Bogor, Depok, Bekasi, dan Jakarta Selatan.

Pada Jumat (23/10), hujan ringan hingga sedang tercatat di sejumlah wilayah, antara lain Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Depok, Bogor, dan Tangerang Selatan.

Selain modifikasi cuaca, Pemprov DKI juga melakukan penyemprotan kabut air (water mist) di sejumlah ruas jalan yang menjadi lintasan JRF. Kegiatan ini melibatkan Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan bersama Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta.

BPBD bersama BMKG terus memantau perkembangan cuaca untuk mengevaluasi pelaksanaan OMC hingga hari kedua JRF, Minggu (25/10).

Dampak kondisi udara yang lebih sejuk turut dirasakan peserta. Dwi, pelari asal Jakarta Selatan, mengaku lebih nyaman mengikuti perlombaan pada Sabtu pagi karena udara terasa lebih adem. Penyemprotan air di sejumlah titik juga dinilainya membantu menjaga kenyamanan pelari, terutama saat jumlah peserta semakin ramai dan suhu mulai meningkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *