Berita

Wamenhaj Imbau Jemaah Umrah Pilih Penerbangan Langsung, Dorong Maskapai Nasional

A Rohim
55
×

Wamenhaj Imbau Jemaah Umrah Pilih Penerbangan Langsung, Dorong Maskapai Nasional

Sebarkan artikel ini
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak saat wawancara awak media. (Foto: Menhaj)

ALIMANNEWS.COM, JAKARTA – Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengimbau jemaah umrah Indonesia untuk mengutamakan penerbangan langsung (direct flight) menuju Jeddah atau Madinah. Langkah ini dinilai dapat meningkatkan keamanan perjalanan sekaligus memperkuat industri penerbangan nasional.

Dahnil menyampaikan, hingga Senin (26/10/2026), kondisi Arab Saudi masih kondusif untuk pelaksanaan ibadah umrah meskipun situasi di kawasan Timur Tengah terus dipantau. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) juga berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk memastikan perkembangan keamanan.

“Terkait kondisi eskalasi Timur Tengah, Saudi baik-baik saja dalam konteks peribadatan umrah. Sampai detik ini kegiatan umrah berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Di tengah situasi tersebut, Kemenhaj meminta jemaah dan penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) mempertimbangkan rute langsung dibandingkan penerbangan transit melalui negara lain, seperti Malaysia dan Singapura.

Dahnil mengungkapkan, jumlah jemaah Indonesia yang menggunakan penerbangan transit melalui kedua negara tersebut diperkirakan mencapai 70 ribu orang. Menurutnya, potensi itu dapat dimanfaatkan untuk memperkuat maskapai nasional, terutama Garuda Indonesia dan Lion Air.

“Kami kumpulkan asosiasi PPIU untuk menjadi perhatian kepada pelaku bisnis travel. Kami minta kepada asosiasi jangan dulu memilih penerbangan transit seperti ke Malaysia atau Singapura,” katanya.

Ia menegaskan, dorongan penggunaan maskapai nasional harus diimbangi peningkatan kualitas layanan dan harga yang kompetitif agar mampu bersaing di pasar internasional. Untuk membahas hal tersebut, Kemenhaj telah melibatkan pimpinan Garuda Indonesia, Lion Air, dan Angkasa Pura.

Perbaikan juga didorong pada layanan Terminal 2 yang digunakan untuk penerbangan haji dan umrah. Peningkatan fasilitas dan pelayanan bandara diharapkan membuat perjalanan jemaah lebih nyaman dan tertib.

Selain persoalan penerbangan, Kemenhaj turut menyoroti hak sejumlah PPIU yang masih terkendala pengembalian dana (refund). Pemerintah menyatakan akan memberikan asistensi untuk membantu penyelesaian persoalan tersebut.

Dahnil juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kerajaan Arab Saudi atas kerja sama penyelenggaraan umrah. Ia menegaskan, pemerintah ingin memastikan jemaah dapat beribadah dengan aman dan kembali ke Tanah Air dengan selamat.

Menurutnya, imbauan memilih penerbangan langsung tidak hanya berkaitan dengan keamanan perjalanan, tetapi juga sejalan dengan upaya memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.

“Direct aman dari sisi penerbangan dan menguatkan kedaulatan ekonomi,” pungkasnya.

Kemenhaj selanjutnya akan memperkuat koordinasi dengan asosiasi PPIU, maskapai, dan pengelola bandara guna meningkatkan pelayanan serta mendukung penyelenggaraan umrah yang aman dan memberikan manfaat bagi jemaah maupun perekonomian nasional.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *