Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Berita

322 Petugas Haji Diberangkatkan ke Arab Saudi, Siap Perkuat Layanan Umat

alnews_online
48
×

322 Petugas Haji Diberangkatkan ke Arab Saudi, Siap Perkuat Layanan Umat

Sebarkan artikel ini
Sebanyak 322 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Gelombang Pertama diberangkatkan ke Arab Saudi pada Sabtu (18/4/2026). (Foto:HMS_Kemenhaj)

ALIMANNEWS.COM, JAKARTA — Sebanyak 322 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) resmi diberangkatkan ke Arab Saudi pada Sabtu (18/4/2026). Keberangkatan ini menandai rampungnya pengiriman gelombang pertama petugas untuk mendukung layanan jemaah haji Indonesia di Tanah Suci.

Para petugas yang tergabung dalam Daerah Kerja (Daker) Madinah akan langsung menjalankan tugas pada fase awal kedatangan jemaah, khususnya dalam memastikan kelancaran layanan setibanya di Madinah.

Direktur Bina Petugas Haji Reguler, Chandra Sulistio Reksoprodjo, mengingatkan bahwa tantangan terbesar akan dihadapi saat fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

“Siapkan fisik dengan baik. Kegiatan di lapangan membutuhkan stamina yang kuat, terutama saat fase Armuzna,” ujarnya.

Fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina dikenal sebagai titik paling krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji karena tingginya mobilitas dan kepadatan jemaah.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Harun Al Rasyid, menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan haji sangat ditentukan oleh pengendalian di lapangan.

“Baik buruknya pelaksanaan haji ini tergantung bagaimana kita mengendalikan. Kalau berhasil, maka pengendaliannya berhasil,” tegasnya.

Ia juga meminta seluruh petugas untuk aktif melakukan pengawasan serta cepat merespons berbagai persoalan yang dihadapi jemaah.

Sebelum diberangkatkan, para petugas telah mengikuti pembekalan intensif di Asrama Haji Jakarta sejak Jumat (17/4/2026). Materi pembekalan mencakup kesiapan teknis hingga skema penugasan di berbagai fase, termasuk Armuzna.

Kasatop Armuzna dan Linjam, Harun Arrasyid, menjelaskan bahwa petugas akan ditempatkan di titik-titik strategis, seperti di kawasan Mina dan jalur menuju Jamarat.

“Penempatan dilakukan di pos-pos ad hoc serta jalur pergerakan jemaah untuk memastikan mobilitas berjalan lancar,” ujarnya.

Ia menambahkan, penempatan petugas bersifat dinamis dan dapat diperkuat di titik-titik krusial, termasuk di Arafah, guna mengurai kepadatan jemaah.

Dengan selesainya pemberangkatan gelombang pertama ini, seluruh petugas diharapkan sigap menghadapi dinamika di lapangan serta memastikan pelayanan kepada jemaah haji Indonesia tetap optimal dari awal hingga puncak pelaksanaan ibadah. (Diks/ALNews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *