Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Berita

Buka Puasa Bersama Jajaran Pendidikan, Pramono Tegaskan Prioritas Reformasi

30
×

Buka Puasa Bersama Jajaran Pendidikan, Pramono Tegaskan Prioritas Reformasi

Sebarkan artikel ini
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menghadiri kegiatan iftar sekaligus bersilaturahmi dan memberikan arahan kepada jajaran Dinas Pendidikan DKI Jakarta di Gedung Dinas Pendidikan, Jakarta Selatan, Kamis (26/2). (Foto:HMS_DKI)

ALIMANNEWS.COM, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menghadiri kegiatan iftar sekaligus bersilaturahmi dan memberikan arahan kepada jajaran Dinas Pendidikan DKI Jakarta di Gedung Dinas Pendidikan, Jakarta Selatan, Kamis (26/2).

Kegiatan tersebut menjadi bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kepada seluruh tenaga pendidik yang terus berupaya meningkatkan mutu layanan serta pemerataan pendidikan di ibu kota.

Dalam arahannya, Pramono menegaskan komitmen Pemprov DKI untuk memperkuat mutu pendidikan yang inklusif dan transparan. Ia memastikan setiap warga Jakarta memperoleh akses setara terhadap pendidikan yang berkualitas.

“Kami menegaskan komitmen untuk memastikan setiap anak Jakarta, tanpa memandang latar belakang ekonomi maupun wilayah, memperoleh akses terhadap pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan,” ujarnya.

Pramono juga menekankan bahwa anggaran pendidikan, termasuk untuk Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), program pemutihan ijazah, dan fasilitas pendidikan lainnya tidak boleh berkurang sedikit pun.

Melalui Program Pemutihan Ijazah Tahap I hingga V Tahun 2025, Pemprov DKI Jakarta tercatat telah mengembalikan kesempatan belajar kepada 6.050 siswa yang sebelumnya terkendala persoalan administrasi.

“Pada 2025, KJP Plus telah menjangkau 707.513 peserta didik dan KJMU menjangkau 16.920 mahasiswa. Program ini bukan sekadar bantuan pendidikan, melainkan instrumen penting untuk mengurangi ketimpangan sosial,” jelasnya.

Ia juga memastikan tunjangan dan berbagai hak bagi jajaran Balai Kota, termasuk tenaga pendidikan, tidak akan dikurangi.

Selain itu, Pramono menyoroti pentingnya menciptakan suasana sekolah yang kondusif agar proses pembelajaran berlangsung efektif dan aman. Ia menekankan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan bantuan pendidikan, penguatan kepemimpinan sekolah yang inovatif, serta kebijakan tanpa toleransi terhadap perundungan dan kekerasan di lingkungan sekolah.

“Kami ingin sekolah di Jakarta menjadi ruang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *