Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Berita

Muhammadiyah Miliki 23 Fakultas Kedokteran Pimpin Pendidikan Kesehatan Dunia

Didik Triono
57
×

Muhammadiyah Miliki 23 Fakultas Kedokteran Pimpin Pendidikan Kesehatan Dunia

Sebarkan artikel ini
Rumah Sakit Muhammadiyah Puring, Jakarta Selatan. (Foto: Diks/alnews)

ALIMANNEWS.COMMuhammadiyah terus meneguhkan perannya sebagai kekuatan besar dalam pengembangan pendidikan dan kesehatan berbasis nilai Islam. Sejak berdiri pada 1912, seluruh gerakan Persyarikatan ini bertumpu pada nilai tauhid yang fungsional sebagai landasan pengabdian di berbagai bidang.

Nilai tauhid tersebut menjadi motor penggerak Muhammadiyah dalam menghadirkan kemaslahatan, terutama melalui sektor pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi. Dalam praktiknya, Muhammadiyah dikenal sebagai salah satu organisasi Islam yang paling terdepan dalam pelayanan umat di bidang pendidikan dan kesehatan.

Ratusan Kampus dan Rumah Sakit

Hingga 2026, Muhammadiyah tercatat memiliki 163 Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA) serta 129 Rumah Sakit Muhammadiyah-’Aisyiyah (RSMA) yang tersebar di seluruh Indonesia. Seluruh institusi tersebut berada dalam satu payung hukum Persyarikatan Muhammadiyah.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, menyebut keberadaan PTMA menjadikan Muhammadiyah sebagai organisasi keagamaan dengan jumlah Fakultas Kedokteran terbanyak di dunia.

“Saya kira di dunia ini tidak ada organisasi keagamaan yang punya Fakultas Kedokteran sebanyak Muhammadiyah ini,” ujarnya di Surabaya, Selasa (17/4).

23 Fakultas Kedokteran, Terbanyak di Dunia

Berdasarkan data terbaru, Muhammadiyah memiliki 23 Fakultas Kedokteran yang tersebar dari barat hingga timur Indonesia. Rinciannya meliputi 7 Fakultas Kedokteran Gigi dan 16 program pendidikan dokter spesialis.

Dari sisi mutu, sebanyak 2 Fakultas Kedokteran Gigi dan 9 Fakultas Kedokteran telah meraih akreditasi unggul, menunjukkan komitmen Muhammadiyah dalam menjaga standar kualitas pendidikan tinggi.

Fakultas Kedokteran tersebut tersebar di berbagai perguruan tinggi, antara lain di Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, hingga Universitas Muhammadiyah Surakarta, serta puluhan kampus lainnya di berbagai wilayah Indonesia.

Ekspansi hingga Papua

Pengembangan Fakultas Kedokteran Muhammadiyah terus berlanjut. Salah satu yang tengah dipersiapkan adalah pendirian Fakultas Kedokteran di Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong (UNIMUDA) Sorong.

Jika terealisasi, UNIMUDA akan menjadi perguruan tinggi swasta pertama di Tanah Papua yang memiliki Fakultas Kedokteran, sekaligus memperluas akses pendidikan kesehatan di kawasan timur Indonesia.

Tauhid sebagai Basis Gerakan

Muhammadiyah menegaskan bahwa seluruh capaian tersebut tidak terlepas dari nilai dasar tauhid yang menjadi fondasi gerakan. Nilai ini tidak hanya bersifat teologis, tetapi juga diterjemahkan secara nyata dalam pelayanan sosial yang berdampak luas.

Dengan jaringan pendidikan dan kesehatan yang terus berkembang, Muhammadiyah memperkuat posisinya sebagai pelopor gerakan Islam berkemajuan yang berkontribusi nyata bagi masyarakat, baik di tingkat nasional maupun global. (Diks/alnews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *