Scroll untuk baca artikel
Berita

Dina Lorenza Perjuangkan Penguatan Industri Animasi Lokal

121
×

Dina Lorenza Perjuangkan Penguatan Industri Animasi Lokal

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi VII DPR_RI Dina Lorenza dalam Kunjungan Kerja Panitia Kerja Panja Kreativitas. (Foto:hmsdpr)

ALIMANNEWS.COM, CIMAHI — Anggota Komisi VII DPR RI Dina Lorenza mendorong penguatan industri animasi nasional melalui perluasan akses promosi, pembiayaan, dan kemitraan bisnis bagi studio animasi lokal. Hal itu disampaikannya saat Kunjungan Kerja Panitia Kerja (Panja) Kreativitas dan Distribusi Film Nasional Komisi VII DPR RI ke Ayena Studio, Kota Cimahi, Jawa Barat, Jumat (5/6/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Dina mengapresiasi perkembangan industri animasi lokal yang dinilai semakin menunjukkan kualitas dan daya saing, terutama dengan munculnya talenta-talenta muda kreatif yang mampu menghasilkan karya berstandar nasional.

“Saya senang sekali melihat banyak anak muda berbakat di Ayena Studio. Mudah-mudahan bisa terus berkembang dan tidak kalah bersaing dengan industri animasi dari negara lain,” ujar Dina.

Politisi Partai Demokrat itu menilai salah satu tantangan utama yang dihadapi studio animasi lokal adalah keterbatasan akses untuk mempertemukan karya mereka dengan investor, pelaku industri penyiaran, maupun mitra distribusi.

Karena itu, ia mengusulkan adanya koridor khusus dalam program business matching di Jawa Barat maupun Kota Cimahi yang dapat mempertemukan pelaku industri film, animasi, dan gim dengan calon investor serta mitra bisnis potensial.

Menurutnya, skema tersebut dapat menjadi etalase strategis bagi studio animasi lokal untuk memperluas pasar sekaligus membuka peluang pendanaan.

“Perlu ada ruang khusus agar studio animasi seperti Ayena bisa mendapatkan prioritas showcase dan lebih dikenal oleh investor maupun pelaku industri,” katanya.

Dina juga mendorong Kementerian Ekonomi Kreatif untuk memperkuat dukungan promosi terhadap karya-karya animasi nasional, termasuk pengembangan intellectual property (IP) lokal yang mulai tumbuh di berbagai daerah.

Dalam pemaparannya, Ayena Studio memperkenalkan sejumlah IP lokal yang telah dikembangkan, di antaranya Super Neli dan Ronda Man. Karakter tersebut telah diproduksi dalam berbagai format, mulai dari komik, animasi 2D dan 3D, hingga kolaborasi dengan pelaku UMKM dan produk lokal.

Menurut Dina, pengembangan IP lokal menjadi langkah penting agar studio animasi Indonesia tidak hanya berperan sebagai pelaksana produksi, tetapi juga menjadi pemilik karya yang memiliki nilai ekonomi jangka panjang.

“Animasi lokal harus terus didorong agar mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan memiliki daya saing global,” tegasnya.

Kunjungan Panja Kreativitas dan Distribusi Film Nasional Komisi VII DPR RI ke Ayena Studio dilakukan untuk memetakan berbagai tantangan industri animasi nasional, mulai dari aspek pembiayaan, distribusi, pengembangan sumber daya manusia, hingga penguatan IP lokal sebagai bahan penyusunan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *