Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Berita

Menkomdigi Tinjau Koperasi Pesantren Al Ittifaq, Dorong Model Koperasi Merah Putih Berbasis Komunitas

alnews_online
40
×

Menkomdigi Tinjau Koperasi Pesantren Al Ittifaq, Dorong Model Koperasi Merah Putih Berbasis Komunitas

Sebarkan artikel ini
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengunjungi Koperasi Pesantren Al Ittifaq di Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (25/4/2026) (Foto: Ist)

ALIMANNEWS.COM, BANDUNG — Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengunjungi Koperasi Pesantren Al Ittifaq di Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (25/4/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari penguatan program strategis Presiden Prabowo Subianto terkait pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Dalam kunjungan tersebut, Meutya menegaskan bahwa pesantren memiliki potensi besar sebagai pusat pengembangan koperasi berbasis komunitas yang terintegrasi, sekaligus menjadi model implementasi koperasi di berbagai daerah.

“Koperasi yang sudah kuat harus menjadi penggerak dalam ekosistem, membantu koperasi lain agar tumbuh bersama. Ini bukan kompetisi, melainkan kolaborasi,” ujarnya.

Model Ekosistem dari Hulu ke Hilir

Menurut Meutya, Koperasi Pesantren Al Ittifaq telah menunjukkan praktik baik dalam membangun ekosistem ekonomi yang terintegrasi, mulai dari produksi, pengolahan, hingga distribusi.

Ia menilai keberhasilan tersebut tidak hanya ditentukan oleh aspek teknologi atau skala produksi, tetapi juga oleh ketekunan, keikhlasan, serta sistem yang terbangun secara berkelanjutan.

“Ini adalah fondasi penting dalam membangun ekosistem Koperasi Merah Putih yang kuat,” jelasnya.

Digitalisasi Jadi Kunci Penguatan

Lebih lanjut, Meutya menekankan pentingnya penerapan digitalisasi yang tepat guna dalam penguatan koperasi. Menurutnya, teknologi harus mampu menjawab kebutuhan riil di lapangan serta meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

Pendekatan digital ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan koperasi sekaligus memperluas akses pasar bagi produk-produk yang dihasilkan.

Integrasi Program Pangan Nasional

Selain itu, Meutya juga menyoroti pentingnya integrasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam ekosistem koperasi. Ia menilai sinergi tersebut dapat memperkuat rantai pasok pangan nasional sekaligus memberikan dampak ekonomi yang luas.

“Ketika program MBG terhubung dengan ekosistem koperasi, dampaknya tidak hanya bagi penerima manfaat, tetapi juga petani, peternak, hingga distribusi pangan nasional,” ungkapnya.

Pesantren Jadi Garda Ekonomi Rakyat

Meutya mengapresiasi peran seluruh elemen pesantren, mulai dari petani, peternak, hingga generasi muda, yang dinilai menjadi garda terdepan dalam membangun kedaulatan pangan dan memperkuat ekonomi kerakyatan.

Kunjungan ini menegaskan peran strategis pesantren tidak hanya sebagai pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi berbasis komunitas yang berkelanjutan di Jawa Barat. (Diks/alnews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *