ALIMANNEWS.COM, KOTA BEKASI — Masa pensiun tidak menjadi akhir perjalanan bagi Nurohman. Setelah mengabdikan diri selama 35 tahun di PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), pria berusia 56 tahun itu justru memilih kembali ke bangku kuliah sebagai mahasiswa reguler Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah (UM) Indonesia.

Keputusan tersebut terbilang unik karena Nurohman tidak memilih kelas karyawan atau kelas khusus, melainkan belajar bersama mahasiswa reguler yang mayoritas berasal dari Generasi Z. Perbedaan usia puluhan tahun tidak menghalanginya untuk beradaptasi dan mengikuti perkuliahan.
Sebelum pensiun, Nurohman meniti karier dari operator hingga dipercaya menjadi Supervisor Senior di TMMIN. Selama bekerja, ia juga aktif sebagai trainer dan asesor yang membimbing serta melatih karyawan di lingkungan perusahaan.
Keinginan untuk melanjutkan pendidikan sebenarnya telah lama dimiliki. Namun, kesibukan pekerjaan membuat impian tersebut tertunda hingga akhirnya terwujud setelah memasuki masa pensiun.
“Saya ingin kuliah sejak masih bekerja, tetapi belum ada kesempatan. Setelah pensiun, saya merasa inilah waktu yang tepat untuk mendapatkan ilmu yang selama ini belum sempat dipelajari,” ujarnya.
Menariknya, Nurohman memilih Program Studi Pendidikan Agama Islam, bidang yang berbeda dari latar belakang kariernya di dunia industri. Ia ingin memperdalam ilmu agama yang selama ini belum dipelajari secara formal.
“Saya sudah puluhan tahun di dunia industri. Ilmu agama adalah bidang yang ingin saya dalami agar bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain,” katanya.
Meski mengakui kemampuan menyerap materi tidak secepat saat muda, Nurohman tetap optimistis menjalani perkuliahan. Dukungan keluarga juga menjadi motivasi besar baginya untuk terus belajar.
Bagi Nurohman, menjadi mahasiswa di usia senja merupakan pengalaman berharga yang membuka wawasan baru. Ia bahkan bercita-cita melanjutkan pendidikan hingga jenjang magister (S2) jika diberikan kesempatan.
“Kalau nanti ada kemampuan dan kesempatan, saya ingin melanjutkan pendidikan sampai S2,” ungkapnya.
Melalui pengalamannya, Nurohman mengajak para pensiunan untuk tetap produktif dan tidak berhenti belajar. Menurutnya, ilmu pengetahuan merupakan investasi sepanjang hayat yang akan terus memberikan manfaat.
“Jangan pernah berhenti belajar. Ilmu membuka wawasan, memberikan manfaat, dan membawa banyak keberkahan dalam kehidupan,” pungkasnya.
Kisah Nurohman menjadi bukti bahwa pendidikan tidak mengenal batas usia. Di saat banyak orang memilih beristirahat setelah pensiun, ia justru membuka lembaran baru dengan mengejar cita-cita yang selama puluhan tahun tertunda.






