Berita

Prabowo Targetkan Swasembada Energi 2029, B50 Jadi Kunci Hentikan Impor Solar

46
×

Prabowo Targetkan Swasembada Energi 2029, B50 Jadi Kunci Hentikan Impor Solar

Sebarkan artikel ini
Prabowo dalam pidato di acara Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6/2026). (Foto: Ist)

ALIMANNEWS.COM | GORONTALO – Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia mampu mencapai swasembada energi dalam tiga hingga empat tahun ke depan melalui penguatan program biodiesel B50 yang mulai diterapkan pada 1 Juli 2026. Kebijakan pencampuran 50 persen bahan bakar nabati berbasis minyak sawit ke dalam solar itu diyakini akan menghentikan impor solar sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Prabowo Subianto Presiden RI menargetkan swasembada energi dalam 3-4 tahun ke depan. Dengan begitu, Indonesia tidak perlu lagi mengimpor sumber energi atau pun bahan bakar minyak (BBM).

Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam pidato di acara Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6/2026).

Menurut Prabowo, Indonesia harus mampu berdiri di atas kekuatan sendiri meski menghadapi ketidakpastian global, termasuk potensi gangguan rantai pasok energi akibat konflik internasional.

“Karena kita swasembada pangan, kita percaya diri. Terjadi perang di mana-mana, terjadi Selat Hormuz ditutup, kita percaya diri. Kita akan mampu mengatasinya,” ujar Prabowo.

Presiden menegaskan bahwa peluncuran program B50 menjadi langkah strategis menuju swasembada bahan bakar minyak (BBM). Melalui kebijakan tersebut, separuh komposisi solar akan berasal dari biodiesel berbahan baku kelapa sawit produksi dalam negeri.

“Bulan Juli ini kita akan meluncurkan B50. Solar akan kita olah dari kelapa sawit sebesar 50 persen. Dengan demikian kita tidak akan impor solar lagi dari luar negeri,” tegasnya.

Prabowo memperkirakan implementasi B50 akan memberikan dampak signifikan terhadap penghematan devisa negara. Pemerintah optimistis Indonesia dapat sepenuhnya mandiri dalam memenuhi kebutuhan energi nasional dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun.

“Saya perkirakan tiga tahun lagi, maksimal empat tahun lagi, kita akan swasembada energi. Kita tidak mau impor apa pun untuk BBM dan energi kita,” katanya.

Selain memperkuat ketahanan energi, program B50 juga diproyeksikan mampu menghemat devisa negara hingga sekitar Rp157 triliun per tahun melalui pengurangan impor bahan bakar minyak.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan apresiasi kepada para petani dan nelayan yang dinilainya menjadi pilar utama ketahanan pangan nasional. Ia menegaskan pemerintah akan terus bekerja keras menjaga hasil pembangunan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Petani dan nelayan adalah tulang punggung republik ini. Pemerintah yang saya pimpin bekerja siang malam agar uang rakyat bisa kita jaga, tidak dicuri, tidak diambil bangsa lain, sehingga kita menjadi tuan di rumah kita sendiri,” ujarnya.

Prabowo juga mengajak seluruh elemen bangsa, mulai dari petani, nelayan, buruh, ulama, santri, TNI, Polri, hingga aparatur sipil negara untuk terus menjaga persatuan dalam menghadapi berbagai tantangan.

Menurut Presiden, persatuan nasional merupakan fondasi utama agar Indonesia mampu menjadi negara yang mandiri, kuat, dan berdaya saing di tengah dinamika global.

“Kalau kita bersatu, Indonesia tidak akan goyah. Indonesia tidak akan gagal. Kita akan menjadi bangsa yang hebat dan bangsa yang besar,” tegas Prabowo.

Menutup pidatonya, Presiden memohon doa seluruh masyarakat agar pemerintah diberikan kekuatan dalam menjalankan amanah membangun Indonesia menuju kemandirian pangan, energi, dan kesejahteraan rakyat.

“Kami mohon doa. Percayalah kepada pemimpinmu, percayalah kepada pemerintahmu,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *