Donasikan Infaq Anda melalui Yayasan Al-Iman
Donasikan Infaq Anda melalui Yayasan Al-Iman
>
Berita

UM Indonesia Konsolidasikan Visi, Perkuat Mutu dan Tata Kelola Kampus

alnews_online
64
×

UM Indonesia Konsolidasikan Visi, Perkuat Mutu dan Tata Kelola Kampus

Sebarkan artikel ini

ALIMANNEWS.COM, BEKASI – Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM Indonesia) mulai mengonsolidasikan visi, misi, dan budaya organisasi untuk memperkuat tata kelola serta meningkatkan mutu pendidikan. Langkah ini dibahas dalam Sosialisasi Visi Misi yang dihadiri pimpinan universitas, dekan, ketua program studi, dan kepala lembaga di Bekasi, Selasa (20/10/2026).

Konsolidasi tersebut menjadi bagian dari transformasi kampus yang sebelumnya bernama Universitas Islam 45 (Unisma 45) dan kini berada di bawah naungan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Perubahan diarahkan pada pembenahan tata kelola, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan budaya fastabiqul khairat atau berlomba-lomba dalam kebaikan.

Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UM Indonesia, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., menegaskan bahwa keberhasilan transformasi bergantung pada kesiapan seluruh sivitas akademika untuk membangun komitmen dan budaya kerja bersama.

Menurutnya, perubahan tidak cukup dilakukan melalui penyesuaian struktur organisasi, tetapi harus disertai pembenahan pola pikir, konsistensi, dan peningkatan kualitas institusi.

“UM Indonesia harus mampu membalik persepsi publik dan membuktikan kualitas melalui pembenahan tata kelola serta keunggulan mutu layanan,” ujar Fauzan dikutip dari laman web UM Indonesia.

Ia juga menekankan pentingnya menghadirkan pendidikan yang menjawab kebutuhan mahasiswa dan orang tua. Perguruan tinggi, kata dia, perlu membekali lulusan dengan kompetensi praktis, karakter, kepercayaan diri, serta jejaring kerja sama yang mendukung kesiapan memasuki dunia profesional.

Fauzan turut mendorong peningkatan layanan kampus yang proaktif dan berorientasi pada kebutuhan mahasiswa. Dosen juga diharapkan menjaga profesionalisme karena kualitas pembelajaran menjadi bagian penting dalam membangun reputasi institusi.

Menghadapi persaingan pendidikan tinggi, ia memperkenalkan dua pendekatan pengembangan, yakni mengadopsi praktik baik dari perguruan tinggi lain dan menciptakan inovasi khas yang menjadi pembeda UM Indonesia.

Menurutnya, inovasi perlu hadir secara berkelanjutan dalam program akademik, layanan, maupun fasilitas pembelajaran agar kampus mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Rektor UM Indonesia, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, menegaskan bahwa transformasi kampus harus menghasilkan perubahan nyata, bukan sebatas pergantian nama atau penyesuaian administratif.

“Transformasi menuntut stamina panjang, konsistensi, dan keberanian mengambil tindakan. Kita tidak sedang mengubah tampilan luar, melainkan menata ulang fondasi keunggulan institusi,” tegas Nazaruddin.

Ia menambahkan, rumusan strategi dan peta jalan transformasi akan dimatangkan secara komprehensif melalui Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim).

Dalam forum tersebut, peserta juga membahas penguatan riset dan publikasi ilmiah. Pimpinan BPH mendorong dosen memetakan peluang hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sesuai klasterisasi serta keunggulan masing-masing bidang.

Selain itu, dosen diharapkan memperkuat publikasi dan menunjukkan kepakaran di ruang publik untuk mendukung reputasi akademik universitas.

Melalui konsolidasi visi, inovasi pembelajaran, dan penguatan riset, UM Indonesia menargetkan diri menjadi perguruan tinggi yang unggul, adaptif, serta memiliki daya saing lebih luas di tingkat nasional maupun global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *