Berita

Jadwal Haji 2027 Ditetapkan, Jemaah Masuk Asrama Mulai 10 April

Didik Triono
38
×

Jadwal Haji 2027 Ditetapkan, Jemaah Masuk Asrama Mulai 10 April

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Jenderal Kementerian Haji dan Umrah, Teguh Dwi Nugroho. (Foto: Ist)

ALIMANNEWS.COM, JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah menetapkan rencana perjalanan ibadah haji 1448 H/2027 M. Berdasarkan jadwal tersebut, jemaah mulai masuk asrama haji pada 10 April 2027, dengan keberangkatan gelombang pertama menuju Madinah sehari kemudian.

Ketetapan itu tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Haji Nomor 26 Tahun 2026 tentang Rencana Perjalanan Haji Tahun 1448 H/2027 M, yang ditetapkan di Jakarta pada 29 September 2026.

Sekretaris Jenderal Kementerian Haji dan Umrah, Teguh Dwi Nugroho, mengatakan jadwal tersebut menjadi pedoman bagi seluruh pihak dalam mempersiapkan mobilisasi, keberangkatan, pelayanan, hingga pemulangan jemaah secara terkoordinasi.

“Jadwal perjalanan ini menjadi pedoman bagi seluruh pihak untuk menyelaraskan perencanaan, mobilisasi, dan pelayanan jemaah, sehingga setiap tahapan dapat berjalan tertib,” ujar Teguh di Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Pemberangkatan jemaah dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama menuju Madinah berlangsung pada 11–25 April 2027, sedangkan gelombang kedua menuju Jeddah dijadwalkan pada 26 April–10 Mei 2027. Total masa operasional pemberangkatan berlangsung selama 30 hari.

Memasuki puncak ibadah haji, jemaah dijadwalkan bergerak dari Makkah menuju Arafah pada 14 Mei 2027. Wukuf berlangsung pada 15 Mei, disusul Iduladha pada 16 Mei serta hari Tasyrik pada 17–19 Mei 2027.

Adapun pemulangan jemaah juga dibagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama dari Jeddah menuju Indonesia dimulai pada 21 Mei hingga 4 Juni 2027. Sementara itu, gelombang kedua melalui Bandara Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah, berlangsung pada 5–20 Juni 2027.

Secara keseluruhan, masa operasional pemulangan berlangsung selama 30 hari. Berdasarkan keputusan tersebut, rata-rata masa tinggal jemaah di Arab Saudi diperkirakan mencapai 38–40 hari.

Teguh menegaskan, kepastian jadwal harus diikuti kesiapan seluruh unsur penyelenggara, mulai dari layanan di embarkasi hingga pengaturan perjalanan di Arab Saudi. Koordinasi antarsatuan kerja diperlukan untuk menjaga kelancaran pelayanan dan keselamatan jemaah.

“Setiap proses harus dipersiapkan dengan cermat karena menyangkut perjalanan ibadah dan keselamatan jemaah,” katanya.

Rencana perjalanan ini menjadi acuan bagi unit kerja Kementerian Haji dan Umrah serta pihak terkait dalam mempersiapkan penyelenggaraan haji 2027. Jadwal dapat disesuaikan apabila terdapat perubahan tanggal Hijriah atau ketentuan penyelenggaraan haji dari Pemerintah Arab Saudi yang berdampak pada rangkaian perjalanan.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *