Berita

Songsong Muktamar ke-49, Muhammadiyah Siapkan Risalah Kesemestaan

73
×

Songsong Muktamar ke-49, Muhammadiyah Siapkan Risalah Kesemestaan

Sebarkan artikel ini
Dr. KH. Muhammad Saad Ibrahim, MA , seorang pemimpin terkemuka PP Muhammadiyah. Foto: AlNews/Ist

JAKARTA, ALIMANNEWS.COM – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mulai menyiapkan Risalah Kesemestaan sebagai salah satu dokumen yang akan dibawa dalam Muktamar ke-49 Muhammadiyah di Medan, Sumatera Utara, pada 2027.

Rencana tersebut disampaikan Ketua PP Muhammadiyah, Kiai Saad Ibrahim, dalam Pengajian Umum PP Muhammadiyah di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Jumat malam (28/8/2026).

Menurut Saad, Risalah Kesemestaan merupakan konsekuensi logis dari arah gerakan internasionalisasi Muhammadiyah. Gagasan tersebut menegaskan upaya Muhammadiyah memperluas kiprah dakwah agar memberikan manfaat bagi masyarakat dunia.

“Gerakan keislaman yang menyemesta ini juga upaya melangsungkan dakwah Nabi Muhammad,” ujar Saad.

Ia menjelaskan, sejarah Islam menunjukkan bahwa dakwah Nabi Muhammad SAW sejak awal tidak dimaksudkan hanya untuk masyarakat di Jazirah Arab. Penyebaran Islam bahkan telah bergerak melampaui wilayah Makkah dan Madinah.

Saad menyebut terdapat dua gelombang penting dalam sejarah awal penyebaran Islam ke luar Jazirah Arab. Pertama, ketika Nabi Muhammad SAW melakukan hijrah. Kedua, ketika sejumlah sahabat, termasuk Utsman bin Affan, berhijrah ke Habasyah.

Menurut Saad, jejak sejarah tersebut menjadi salah satu pijakan bagi Muhammadiyah dalam membangun gerakan yang memiliki orientasi internasional.

“Karena itu ini namanya semacam upaya untuk membangun patriotisme, untuk berkiprah secara internasional,” katanya.

Ia menegaskan, internasionalisasi Muhammadiyah bukan sekadar memperluas organisasi ke berbagai negara, tetapi juga memperkuat kontribusi dakwah dan kemanusiaan di tingkat global.

“Maka kalau Muhammadiyah kemudian berusaha untuk membangun semangat dalam konteks spirit, dalam konteks patriotisme, untuk internasionalisasi itu adalah konsekuensi logis dan sudah niscaya,” imbuhnya.

Saad mengatakan, gerakan internasionalisasi tersebut dapat ditempuh melalui pendekatan struktural maupun kultural. Keduanya dinilai penting untuk memastikan nilai-nilai Islam berkemajuan dapat hadir di tengah masyarakat dunia.

Terutama di negara-negara dengan populasi muslim minoritas, Muhammadiyah dinilai memiliki ruang untuk memperkuat dakwah yang mencerahkan, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan.

Melalui Risalah Kesemestaan, Muhammadiyah diharapkan semakin memiliki landasan gagasan untuk mengembangkan kiprah internasional sekaligus memperkuat peran organisasi dalam menghadirkan Islam Berkemajuan sebagai rahmat bagi semesta.

Persiapan dokumen tersebut menjadi bagian dari rangkaian ikhtiar PP Muhammadiyah menuju Muktamar ke-49 di Medan pada 2027.

 
 
 
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *