Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
BeritaHAJI

Timwas DPR Apresiasi Layanan Haji 2026

alnews_online
91
×

Timwas DPR Apresiasi Layanan Haji 2026

Sebarkan artikel ini
Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI menilai penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M. (Foto: Ist)

ALIMANNEWS.COM, MADINAH — Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI menilai penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M menghadirkan perubahan signifikan dalam kualitas pelayanan jemaah Indonesia di Arab Saudi. Pelayanan tahun ini tidak hanya dinilai lebih tertata secara teknis, tetapi juga lebih humanis dengan mengedepankan kenyamanan dan penghormatan kepada jemaah.

Penilaian tersebut disampaikan Ketua Timwas Haji DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Madinah di Madinah, Senin (18/5/2026).

Kedatangan rombongan Timwas DPR RI diterima langsung oleh Kepala PPIH Daker Madinah, Khalilurrahman. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh proses pelayanan jemaah berjalan optimal selama operasional haji berlangsung.

Dalam keterangannya, Cucun menyebut pelayanan haji tahun ini menunjukkan peningkatan yang cukup terasa dibanding musim-musim sebelumnya. Menurutnya, pendekatan pelayanan yang diterapkan petugas kini lebih ramah, dekat dengan jemaah, serta mengedepankan sentuhan kemanusiaan.

“Yang kami lihat sekarang bukan hanya pelayanan administratif berjalan baik, tetapi juga bagaimana jemaah diperlakukan dengan penuh perhatian dan rasa hormat. Petugas hadir bukan sekadar bekerja, tetapi melayani dengan hati,” ujar Cucun.

Berdasarkan evaluasi tahap awal operasional haji di Madinah, tercatat lebih dari 103 ribu jemaah Indonesia telah tiba dan memperoleh layanan. Timwas DPR RI menilai berbagai inovasi yang diterapkan tahun ini memberikan dampak langsung terhadap kenyamanan jemaah, terutama bagi lansia dan kelompok rentan.

Salah satu aspek yang mendapat perhatian khusus adalah peningkatan kualitas akomodasi jemaah reguler. Untuk pertama kalinya, banyak jemaah haji reguler Indonesia menempati hotel-hotel premium di kawasan Markaziyah yang berada dekat dengan Masjid Nabawi.

Menurut Cucun, hotel yang sebelumnya identik dengan layanan haji khusus atau haji plus kini juga dapat dirasakan oleh jemaah reguler. Ia menilai kebijakan tersebut menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan ibadah haji.

“Ini menjadi sejarah baru. Jemaah reguler sekarang bisa merasakan fasilitas hotel yang selama ini identik dengan layanan premium. Artinya ada keseriusan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan,” katanya.

Selain akomodasi, Timwas DPR RI juga mengapresiasi implementasi layanan Mecca Route atau fast track keimigrasian yang dinilai semakin efektif mempercepat proses kedatangan jemaah Indonesia di Arab Saudi.

Anggota Timwas Haji DPR RI, Danang Wicaksana Sulistya, mengatakan layanan tersebut sangat membantu jemaah, khususnya lansia dan mereka yang memiliki keterbatasan fisik.

Melalui sistem Mecca Route, proses pemeriksaan imigrasi Arab Saudi dilakukan sejak di bandara keberangkatan di Indonesia. Dengan skema tersebut, jemaah tidak lagi harus mengantre panjang saat tiba di Arab Saudi dan dapat langsung menuju hotel atau lokasi tujuan.

“Manfaatnya sangat dirasakan jemaah, terutama lansia dan mereka yang memiliki keterbatasan fisik. Setelah tiba, jemaah bisa langsung beristirahat tanpa harus menjalani proses imigrasi yang panjang,” ujar Danang.

Selain mempercepat pelayanan, sistem fast track juga dinilai mampu mengurangi kepadatan di bandara kedatangan sehingga mobilitas jemaah menjadi lebih lancar dan tertib.

Timwas DPR RI berharap berbagai peningkatan layanan, mulai dari Mecca Route, penguatan pendampingan jemaah, hingga peningkatan standar akomodasi dapat terus diperluas pada musim haji mendatang agar manfaatnya semakin dirasakan oleh seluruh jemaah Indonesia.

Cucun menegaskan, berbagai perubahan dalam penyelenggaraan haji tahun ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menghadirkan pelayanan ibadah haji yang lebih baik, aman, dan bermartabat bagi masyarakat.

“Negara benar-benar hadir untuk melayani jemaah. Semangatnya bukan hanya menjalankan operasional haji, tetapi memastikan jemaah merasa aman, nyaman, dan dimuliakan selama beribadah,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *