ALIMANNEWS.COM – JAKARTA – Generasi Z dinilai memiliki potensi besar dalam menyebarkan nilai-nilai kebaikan dan pesan keagamaan melalui ruang digital. Dengan dukungan teknologi dan media sosial, satu konten positif dapat menjangkau ribuan bahkan jutaan orang dalam waktu singkat.
Pesan tersebut disampaikan pendakwah muda Gus Romzi Ahmad dalam kegiatan Muharaman Bersama Gen Z yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (16/6/2026). Kegiatan yang diikuti ratusan generasi muda itu mengangkat tema “Menebar Maslahat, Menguatkan Umat” sebagai bagian dari rangkaian peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
Menurut Gus Romzi, perkembangan teknologi digital telah membuka ruang baru bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam menyebarkan pesan-pesan kebaikan, edukasi, dan dakwah secara lebih luas. Karena itu, media sosial tidak seharusnya hanya dimanfaatkan sebagai sarana hiburan, tetapi juga menjadi instrumen membangun nilai-nilai positif di tengah masyarakat.
“Satu konten kebaikan yang ditonton seribu orang itu setara dengan menyampaikan ceramah kepada seribu orang di sebuah masjid besar. Ini kekuatan yang dimiliki generasi hari ini dan perlu dimanfaatkan untuk hal-hal yang bermanfaat,” ujar Gus Romzi.
Ia menjelaskan bahwa Generasi Z lahir dan tumbuh di tengah perkembangan teknologi yang sangat pesat. Berbeda dengan generasi sebelumnya yang mengenal teknologi sebagai alat bantu, Gen Z hidup dalam ekosistem digital yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.
Karena itu, menurutnya, pendekatan dakwah dan pembinaan generasi muda perlu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai agama sebagai fondasi utama kehidupan.
Gus Romzi juga menilai karakter Gen Z yang berani mencoba hal baru dan terbuka terhadap perubahan merupakan modal besar untuk melahirkan inovasi dan kemajuan. Namun, keberanian tersebut harus diimbangi dengan pemahaman agama yang kuat agar tidak kehilangan arah di tengah derasnya arus informasi digital.
“Anak-anak muda memang berani mengambil risiko dan mencoba sesuatu yang baru. Tetapi mereka tetap membutuhkan nilai dan panduan agar tidak kehilangan arah,” katanya.
Menurutnya, penguatan literasi keagamaan menjadi kebutuhan penting di era digital. Dengan pemahaman agama yang baik, generasi muda dapat lebih bijak dalam menyikapi perkembangan teknologi, perubahan sosial, serta berbagai informasi yang beredar di media digital.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Romzi juga mengapresiasi inisiatif Kementerian Agama yang meluncurkan penyusunan Kosa Isyarat Keislaman Indonesia (KOSMIN). Ia menilai program tersebut merupakan langkah maju dalam menghadirkan layanan keagamaan yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas, khususnya komunitas tuli.
“Kehadiran standar nasional kosa isyarat keislaman akan memperluas akses pembelajaran agama dan mendukung layanan keagamaan yang lebih ramah bagi semua kalangan,” ujarnya.
Senada dengan Gus Romzi, komika Chairul Mukmin mengingatkan pentingnya memperkuat pemahaman agama di tengah derasnya perkembangan teknologi dan arus informasi digital.
Menurut Mukmin, agama menjadi fondasi utama yang membantu generasi muda menentukan arah hidup sekaligus menjadi filter dalam menyaring berbagai informasi yang diterima setiap hari melalui media sosial.
“Kalau akidahnya kuat, kita tahu mana yang boleh dan mana yang tidak boleh. Kita punya batasan dalam menjalani hidup,” ujarnya.
Ia menilai tantangan terbesar generasi saat ini bukan hanya kemajuan teknologi, tetapi bagaimana menggunakan teknologi tersebut secara bijak dan bertanggung jawab. Karena itu, anak muda perlu terus memperdalam ilmu agama melalui kajian, diskusi, dan proses belajar yang berkelanjutan.
Mukmin menegaskan bahwa pemahaman tentang halal dan haram bukan sekadar persoalan hukum agama, melainkan pedoman hidup yang membantu seseorang mengambil keputusan secara tepat dan bertanggung jawab.
Di tengah budaya serba instan yang berkembang saat ini, ia mengajak generasi muda untuk tetap meluangkan waktu memperkaya wawasan keagamaan agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan atau belum tentu benar.
Melalui kegiatan Muharaman Bersama Gen Z, Kementerian Agama berharap lahir generasi muda yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan pemahaman agama yang kuat sehingga mampu memanfaatkan ruang digital untuk menyebarkan manfaat dan memperkuat persatuan umat.





