Berita

Hari Pertama Sekolah, MPLS di Jaktim Berlangsung Aman dan Humanis

alnews_online
54
×

Hari Pertama Sekolah, MPLS di Jaktim Berlangsung Aman dan Humanis

Sebarkan artikel ini
Suasana anak masuk sekolah setelah liburan, dan masuk ajaran baru. (Foto: Ist)

ALIMANNEWS.COM, JAKARTA – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 di wilayah Jakarta Timur dipastikan berlangsung aman, tertib, edukatif, serta bebas dari praktik perundungan dan segala bentuk kekerasan.

Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Timur, Horale Tua Simanullang, menegaskan seluruh sekolah telah diinstruksikan menyelenggarakan MPLS dengan pendekatan yang ramah anak agar peserta didik baru dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah secara nyaman dan menyenangkan.

“Penyelenggaraan MPLS tidak boleh diwarnai bullying maupun tindak kekerasan. Semua kegiatan harus berlangsung ramah, edukatif, dan menggembirakan. Kami melihat para murid baru mengikuti kegiatan dengan ceria dan bahagia,” kata Horale saat meninjau pelaksanaan MPLS di SDN Rambutan 03 Pagi, Senin (13/7/2026).

Menurutnya, hari pertama masuk sekolah menjadi momentum penting bagi peserta didik baru untuk mengenal lingkungan belajar, membangun pertemanan, mengembangkan potensi diri, serta membentuk karakter sebagai generasi penerus bangsa.

Dalam peninjauan tersebut, Horale menyaksikan kegiatan MPLS diawali dengan pengenalan lingkungan sekolah, perkenalan guru, serta berbagai aktivitas yang membangun kedekatan antara sekolah, peserta didik, dan orang tua.

Ia menegaskan, Dinas Pendidikan tidak akan memberikan toleransi terhadap pelanggaran selama pelaksanaan MPLS. Jika ditemukan praktik perundungan, kekerasan, maupun kegiatan yang bertentangan dengan ketentuan, pihak sekolah akan dikenai sanksi tegas.

“Kami pastikan tidak ada kekerasan ataupun pelanggaran selama MPLS. Apabila terjadi, kepala sekolah maupun guru yang terlibat akan ditindak sesuai aturan,” tegasnya.

Selain memantau kegiatan MPLS, Horale juga meninjau sejumlah fasilitas sekolah, mulai dari musala, toilet, taman hingga area parkir. Ia menilai sarana dan prasarana di SDN Rambutan 03 Pagi telah memadai untuk mendukung proses belajar mengajar.

Horale juga mengimbau seluruh kepala sekolah dan tenaga pendidik untuk memberikan pelayanan yang humanis serta menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif.

“Sekolah harus menjadi tempat yang paling nyaman bagi anak setelah rumah. Karena itu, sinergi antara sekolah dan orang tua sangat penting dalam mendukung tumbuh kembang peserta didik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SDN Rambutan 03 Pagi, Wahyudin, mengungkapkan jumlah peserta didik baru yang mengikuti MPLS sebanyak 125 siswa. Angka tersebut berkurang dari 128 siswa yang sebelumnya diterima karena tiga calon peserta didik mengundurkan diri akibat lokasi tempat tinggal yang jauh dari sekolah.

Ia memastikan seluruh peserta didik baru yang telah terdaftar hadir pada hari pertama sekolah dan mengikuti seluruh rangkaian MPLS dengan penuh antusias.

Wahyudin juga mengajak para orang tua untuk mempercayakan proses pendidikan anak kepada pihak sekolah sekaligus mulai membangun kemandirian anak sejak hari pertama masuk sekolah agar mampu beradaptasi dengan lingkungan belajar secara optimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *