BeritaInternasional

Universitas Tiongkok Tawarkan Kerja Sama Strategis kepada MUI

alnews_online
65
×

Universitas Tiongkok Tawarkan Kerja Sama Strategis kepada MUI

Sebarkan artikel ini
Kunjungan delegasi MUI di VIP Hall, Gedung Administrasi Kampus Baiyunshan, Guangzhou, Sabtu (11/7/2026). Foto: HMS_MUI

ALIMANNEWS.COM, GUANGZHOU – Guangdong University of Foreign Studies (GDUFS), Tiongkok, menawarkan kerja sama strategis kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk memperkuat hubungan Indonesia–Tiongkok melalui bidang pendidikan, kebudayaan, dan dialog akademik.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Rektor GDUFS Prof. LAN Hongjun saat menerima kunjungan delegasi MUI yang dipimpin KH Masduki Baidlowi di VIP Hall, Gedung Administrasi Kampus Baiyunshan, Guangzhou, Sabtu (11/7/2026).

Prof. LAN menilai GDUFS dan MUI memiliki kesamaan visi dalam pengembangan pendidikan, pembinaan sumber daya manusia, serta penguatan hubungan antarbangsa. Karena itu, pihaknya berharap kedua lembaga dapat membangun kemitraan yang berkelanjutan dan saling menguntungkan.

“Kami berharap dapat bekerja sama dengan MUI untuk mengembangkan pengajaran Bahasa Indonesia dan kajian budaya Indonesia, menyelenggarakan seminar akademik serta dialog ilmiah, sekaligus menyambut rekomendasi cendekiawan muda dan dosen terbaik Indonesia untuk berkarya di Guangdong University of Foreign Studies,” ujar Prof. LAN.

Ia optimistis kunjungan delegasi MUI akan menjadi titik awal terbukanya babak baru kerja sama akademik antara kedua institusi.

GDUFS sendiri memiliki rekam jejak panjang dalam membangun hubungan pendidikan dengan Indonesia. Universitas yang mengelola 33 program bahasa asing, terbanyak di Tiongkok Selatan, telah membuka Program Studi Bahasa Indonesia sejak 1970 dan selama lebih dari lima dekade menjadi pusat pembinaan ahli bahasa Indonesia di negeri tersebut.

Hingga kini, GDUFS telah menjalin kemitraan dengan 43 perguruan tinggi dan lembaga di Indonesia sebagai bagian dari penguatan kerja sama pendidikan dan pertukaran akademik.

Dalam sambutannya, Prof. LAN juga menyoroti semakin eratnya hubungan bilateral Indonesia dan Tiongkok yang ditandai meningkatnya kepercayaan politik serta keberhasilan berbagai proyek strategis, termasuk Kereta Cepat Jakarta–Bandung. Ia menyebut Tiongkok juga tetap menjadi mitra dagang terbesar Indonesia selama 13 tahun berturut-turut.

Menurutnya, kolaborasi akademik bersama MUI akan menjadi pilar penting dalam memperkuat diplomasi masyarakat (people-to-people diplomacy) sekaligus mempererat hubungan kedua negara.

Suasana penyambutan berlangsung hangat dan penuh penghormatan. GDUFS mengibarkan bendera Merah Putih berdampingan dengan bendera Tiongkok di kawasan kampus serta memasang ucapan selamat datang bertuliskan “A Warm Welcome to the Delegation from Ulama Council of Indonesia” di gedung utama universitas.

Pertemuan yang berlangsung pukul 14.00–15.00 waktu setempat itu turut dihadiri jajaran pimpinan GDUFS, antara lain Direktur Eksekutif Kantor Internasional LU Lu, Dekan Fakultas Studi Asia Tenggara LIU Zhiqiang, dan Kepala Departemen Bahasa Indonesia XIAO Lixian.

Turut hadir pula Sekretaris Ketiga Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok di Indonesia, LIU Weihao, sebagai bentuk dukungan diplomatik terhadap penguatan kerja sama kedua lembaga.

Delegasi MUI terdiri atas sejumlah pimpinan pusat, di antaranya Ketua MUI Bidang Ekonomi H. Azrul Tanjung, Ketua MUI Bidang Seni dan Budaya Islam Buya Pasni Rusli, Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Abdul Manan Abdul Gani, Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Dubes Safira Machrusah, Wasekjen Bidang Halal KH Rofiqul Umam Ahmad, serta Wasekjen Bidang Dakwah KH Arif Fahrudin.

Rombongan juga diperkuat Wasekjen Bidang Fatwa dan Metodologi KH M. Ziyad Mahbub, Wasekjen Bidang Pesantren Choirul Sholeh Rasyid, Wasekjen Bidang Ekonomi Hazuarli Abdul Halim, Bendahara MUI Yayat Suyatna dan Jojo Sutisna, Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Dubes Bunyan Saptomo, serta Wasekjen Bidang Infokomdigi Asrori S. Karni.

Melalui pertemuan ini, MUI dan GDUFS diharapkan dapat membangun kolaborasi yang lebih erat dalam pengembangan pendidikan, riset, pertukaran akademisi, serta dialog lintas budaya sebagai kontribusi nyata bagi penguatan hubungan strategis Indonesia dan Tiongkok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *