ALIMANNEWS.COM | KEDIRI – Para masyayikh Nahdlatul Ulama (NU) menegaskan pentingnya menjaga kemurnian fikrah, manhaj, dan harakah Nahdliyyah menjelang pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026. Penegasan tersebut disampaikan dalam pertemuan para masyayikh yang berlangsung di Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso, Kediri, Jawa Timur.
Pertemuan tersebut menjadi forum konsolidasi ulama sepuh untuk memperkuat komitmen menjaga arah perjuangan NU agar tetap berjalan sesuai khittah para pendiri organisasi dan tidak mudah terpecah oleh berbagai kepentingan.
Dalam forum itu ditegaskan bahwa para masyayikh memiliki peran strategis sebagai penjaga nilai, pengawal arah gerakan, sekaligus pemberi bimbingan moral bagi perjalanan Nahdlatul Ulama.
Para peserta menilai NU tidak boleh berjalan tanpa arah, tanpa irsyadat (bimbingan) dan taujihat (arahan) dari para ulama sepuh. Keberadaan masyayikh dinilai menjadi pilar penting dalam memastikan organisasi tetap berpijak pada prinsip-prinsip yang diwariskan oleh para muassis (pendiri) NU.
Pesan tersebut sejalan dengan pandangan Wakil Presiden ke-13 RI, KH Ma’ruf Amin, yang mengingatkan pentingnya kembali kepada Khittah Nahdlatul Ulama.
Menurut KH Ma’ruf Amin, makna kembali kepada khittah adalah kembali kepada jalan yang telah dirintis para pendiri NU, baik dalam pemikiran maupun praktik perjuangan.
“Khittah itu mā ‘alaihim mu’assisūn, apa yang dilakukan para pendiri; min aqwālihim, ucapan mereka; wa af’ālihim, perbuatan mereka; wa khathawātihim, langkah-langkah mereka; wa harakātihim, gerakan mereka; wa afkārihim, cara berpikir mereka; serta wa taqlībātihim, cara mereka menyikapi dan menghadapi berbagai persoalan,” demikian pesan KH Ma’ruf Amin yang kembali diingatkan dalam forum tersebut.
Para masyayikh berpandangan bahwa nilai-nilai tersebut harus terus menjadi pedoman dalam menjalankan organisasi agar NU tetap istiqamah sebagai jam’iyah diniyah ijtima’iyah yang berkhidmat kepada umat, bangsa, dan negara.
Forum juga mengingatkan bahwa menjaga khittah bukan sekadar mempertahankan tradisi organisasi, melainkan memastikan seluruh gerak, kebijakan, dan arah perjuangan NU tetap berpijak pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah serta cita-cita luhur para pendirinya.
Melalui pertemuan ini, para masyayikh berharap Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026 dapat menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang memperkuat persatuan, menjaga marwah organisasi, serta memastikan Nahdlatul Ulama tetap menjadi perekat umat dan pilar keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.




